Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG supir mebel tewas usai ditikam pemilik ruko bernama Henry Hernando alias Aseng di Jalan Adiwarta, RT1/12, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (16/8) sekitar pukul 08.15 WIB.
Diketahui identitas korban penikaman tersebut adalah seorang Purnawirawan TNI yaitu Letkol Inf. Purn Muhammad Mubin. Korban ditikam lantaran Aseng kesal dengan korban yang memarkirkan mobil di depan ruko miliknya.
Ketua Umum Pengurus Pusat Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri (GM FKPPI) Shandy Mandela Simanjuntak, yang akrab dipanggil Shandy, menyayangkan dan turut prihatin atas kejadian ini.
“Kami sungguh menyayangkan dan turut prihatin atas kepergian Pak Letkol Inf Purn Muhammad Mubin, seharusnya masalah sepele seperti ini tidak berujung kematian” kata Shandy.
Shandy mengecam keras perbuatan Aseng, yang setelah melakukab penikaman kemudian membiarkan korban hingga meninggal dunia.
“Kami adalah organisasi GM FKPPI yang bernaung dibawah binaan TNI POLRI Pak Letkol Inf Purn Muhammad Mubin merupakan orangtua kami. Tentunya kami sebagai anak mengecam keras perbuatan keji Aseng yang menikam orangtua kami hingga mengakibatkan meninggal dunia” tegas Shandy.
Pasalnya, setelah Aseng menikam korban dengan 5 tusukan, korban dibiarkan terluka hingga kehabisan darah yang berujung kematian.
Mengetahui kejadian itu, Ketua Bidang Hukum & HAM Pengurus Pusat GM FKPPI Wahyu Sandhya, yang akrab dipanggil Sandhya, mendorong Kepolisian agar segera mengusut kasus ini.
“Perbuatan Aseng ini sungguh keji menikam orangtua kami bertubi-tubi, pelaku harus dihukum seberat-beratnya. Kami meminta kepada Kepolisian segera usut tuntas kasus pembunuhan ini.” tutur Sandhya.
Menanggapi kematian Letkol Inf Purn Muhammad Mubin, Sandhya meminta masyarakat agar jangan mudah terprovokasi dengan masalah sepele agar kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembali.
“Kami dari organisasi GM FKPPI mengimbau masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan masalah sepele, diskusikan dengan kepala dingin, jangan asal tikam. Ini kan nyawa jadi taruhannya. Kami berharap kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembali, jangan sampai ada Aseng Aseng berikutnya.” tutup Sandhya. (RO/OL-1)
Tragedi berdarah di Alam Barajo, Jambi. Indra tewas dengan 18 tusukan di depan anak balitanya. Polisi tangkap dua pelaku yang merupakan tetangga korban.
Ditjen Imigrasi tangkap WNA Amerika Serikat inisial AJP, buronan kasus pembunuhan, saat tiba di Bandara Ngurah Rai Bali berkat integrasi sistem Autogate.
Polisi ungkap kasus pembunuhan IRT di Hotel Sorake Batu Bara. Pelaku pria 61 tahun nekat mencekik korban karena emosi ajakan kencan ditolak.
Kasus pembunuhan Nus Kei memasuki babak baru. Polisi resmi kirim SPDP ke kejaksaan, dua tersangka terancam hukuman mati. Simak kronologi lengkapnya.
David Anthony Burke (D4vd) mengaku tidak bersalah atas dakwaan pembunuhan Celeste Rivas Hernandez. Jasad korban ditemukan dalam Tesla miliknya.
POLRES Metro Bekasi memburu pelaku pembunuhan terhadap perempuan pengusaha tenda hajatan, Eem, 60, di kediamannya, Kampung Utan Salak, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung.
Serangan terhadap personel yang menjalankan mandat tersebut dinilai bertentangan dengan ketentuan internasional yang berlaku.
zat kimia yang digunakan empat oknum prajurit TNI untuk menyerang Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yakni campuran air aki bekas dan pembersih karat
Awalnya, hakim bertanya soal Edi yang disebut juga terkena cairan saat menyiram Andrie Yunus. Kemudian, saat hakim menanyakan mana Terdakwa I, Edi tampak melamun.
Empat personel TNI didakwa melakukan penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Motifnya demi memberi efek jera karena dinilai melecehkan institusi.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terungkap di sidang. Oditur menyebut motif dendam terkait isu revisi UU TNI dan narasi antimiliterisme.
Pihaknya telah melakukan serangkaian langkah sejak pertengahan Maret untuk mendalami kasus tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved