Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mengusut dugaan adanya oknum mengaku-ngaku KPK yang menerima uang dari eks Bupati Kuantan Singingi, Mursini. Sejauh ini, baru ciri fisik secara umum yang diperoleh namun identitasnya masih belum didapatkan.
"KPK baru memperoleh informasi mengenai ciri fisik oknum dimaksud yang masih bersifat umum dan abstrak. Bahkan dari keterangan para saksi pun belum diketahui nama dari orang yang mengaku sebagai pegawai KPK tersebut," kata Plt juru bicara KPK Ali Fikri, Rabu (15/9).
Informasi oknum mengaku pegawai disebut menerima dari mantan Bupati Kuantan Singingi itu pertama kali muncul dalam persidangan di PN Pekanbaru, Riau. Mursini yang didakwa dalam kasus korupsi proyek juga disebut memberi duit ke oknum yang mengaku KPK sebesar Rp650 juta.
Ali Fikri mengatakan Inspektorat KPK bekerja menggali informasi untuk mengungkap oknum yang mengaku dari KPK itu. Inspektorat tengah menjalin koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Riau untuk menggali lebih detail informasi awal tersebut untuk mengungkap oknum yang mengaku sebagai pegawai KPK itu.
KPK juga telah meminta kepada Pengadilan Negeri Pekanbaru untuk bisa mengikuti sidang pemeriksaan Mursini yang akan digelar dalam beberapa minggu ke depan secara daring.
Baca juga : KPK Rampungkan Penyidikan Pegawai Ditjen Pajak
"Meski peristiwanya telah lampau pada 2017, KPK sangat serius untuk memastikan pelaksanaan tugas pemberantasan korupsi oleh insan KPK dilakukan secara profesional dan tidak menyalahi kaidah-kaidah hukum," imbuh Ali Fikri.
Di sisi internal, Inspektorat KPK juga melakukan pemeriksaan di unit-unit kerja. Antara lain mengecek data terkait perjalanan dinas pegawai ke wilayah Riau, Pangkalpinang, dan sekitarnya pada rentang waktu 2016 hingga 2017 atau sekitar dugaan peristiwa itu terjadi.
KPK juga berharap Mursini juga bisa membantu untuk mengungkap dan mengindentifikasi dugaan adanya oknum tersebut.
"Kami berharap pihak terdakwa bisa membantu KPK untuk mengungkap secara terang mengenai kronologi, positioning oknum dalam perkara ini, dan tentu ciri-ciri fisik yang lebih spesifik," ujar Ali Fikri.
KPK pun meminta kepada semua pihak untuk waspada dan berhati-hati jika mendapati oknum yang mengaku-ngaku dari KPK menjanjikan bisa mengurus suatu perkara. Dari situ kerap terjadi modus penipuan atau pemerasan dan memakan korban. (OL-2)
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti persoalan Stadion Barombong jika ditemukan bukti awal adanya dugaan tindak pidana korupsi.
MK menjelaskan bahwa tidak semua jabatan publik bisa diperlakukan sama. Jabatan yang diperoleh melalui pemilihan umum, seperti presiden atau anggota DPR.
Bantuan keuangan partai politik dari negara (Banpol) saat ini masih sangat minim, bahkan tidak mencapai dua persen dari total kebutuhan partai.
Penilaian itu merespons temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mencatat sedikitnya 371 politisi terjerat kasus korupsi sejak era reformasi.
Selain aspek keuangan, Doli menekankan pentingnya pembaruan sistem kaderisasi partai agar lebih terstruktur dan berorientasi pada kebutuhan publik.
Partai politik telah memiliki aturan main sendiri yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Noel kecewa saksi mahkota dalam kasus Kemenaker ditolak pengadilan. Aliran dana hingga Rp201 miliar masih misterius dan belum terungkap.
KPK ungkap modus korupsi Bupati Tulungagung Gatot Sunu Wibowo yang memeras 15 OPD. Pejabat ditekan menggunakan surat mundur tanpa tanggal dan wajib setor jatah
KPK menahan Ajudan Gubernur nonaktif Riau Abdul Wahid (AW), Marjani (MJN), hari ini, 13 April 2026. Marjani diduga terlibat dalam kasus dugaan pemerasan dan penerimaan lainnya di Riau.
KPK menahan Marjani selama 20 hari ke depan usai diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan.
Polda Metro Jaya ringkus 4 anggota KPK gadungan yang peras Ahmad Sahroni hingga Rp300 juta dengan modus pengurusan perkara. Simak kronologi lengkapnya di sini."
Budi enggan memerincio jawaban lengkap para saksi saat diperiksa. Informasi detil dipaparkan dalam persidangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved