Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Metro Jaya tengah mendalami kasus pemerasan yang diduga dialami anggota DPR RI, Ahmad Sahroni. Dalam kasus ini, empat orang pria yang mengaku-ngaku sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi adanya laporan terkait tindak pengancaman dan pemerasan dengan modus pengurusan perkara tersebut.
“Ada laporan tersebut tentang pengancaman dan pemerasan yang diduga sebagai orang yang mengatasnamakan salah satu lembaga publik terkait tentang pengurusan perkara,” ungkap Budi di Polda Metro Jaya, Jumat (10/4).
Berdasarkan keterangan polisi, para pelaku meminta uang sebesar Rp300 juta kepada Sahronii. Bahkan, uang tersebut telah diberikan sebelum akhirnya kasus ini dilaporkan ke polisi.
Budi menyebut pihaknya kini tengah mendalami laporan bersama empat orang yang ditangkap karena mengaku anggota penyidik KPK. Oleh sebab itu, keempat orang tersebut masih dalam proses penyidikan mendalam.
Sebelumnya Polda Metro Jaya bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jaya meringkus empat orang yang diduga mengaku sebagai pegawai KPK dan dapat mengatur penanganan perkara. Keempatnya ditangkap pada Kamis (9/4) di wilayah Jawa Barat.
(P-4)
Uang diserahkan dalam bentuk tunai senilai 17.400 dolar AS atau setara Rp300 juta untuk memperkuat unsur pidana.
Kasus pegawai gadungan ini masuk dalam kategori penipuan. Sehingga, menjadi urusan pihak kepolisian.
SEJUMLAH orang yang mengaku pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditangkap. Mereka ketahuan memeras pihak tertentu.
KPK menangkap Yusup Sulaeman karena mengaku sebagai pegawai Lembaga Antirasuah dan memeras pejabat di Pemkab Bogor
Komisi Peberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan kasus pegawai gadungan yang memeras pejabat Pemerintah Kabupaten Bogor. Kasus ini kini ditangani Polres Bogor.
Polda Metro Jaya memeriksa sopir taksi GreenSM dan menjadwalkan pemeriksaan masinis terkait tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur.
Polisi jadwalkan pemeriksaan sopir taksi online dan masinis terkait kecelakaan KRL-Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang.
Korban tewas kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur bertambah jadi 16 orang. Polda Metro Jaya masih menyelidiki penyebab insiden.
Prima menyebut pihaknya terus mendalami proses identifikasi. Sehingga hasil pemeriksaan akan dilaporkan kepada warga lebih lanjut.
Polisi mengerahkan sejumlah petugas untuk membantu proses evakuasi korban untuk dilarikan ke RS Polri Kramat Jati.
Menurut Eva, langkah Polisi seharusnya bisa lebih tegas. Serta, memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku mengingat sejumlah bukti telah dikantongi penyidik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved