2 PRT Nekat Lompat dari Lantai 4 di Benhil, 1 Tewas—Diduga Terjebak ‘Perbudakan Modern’

Vania Liu Trixie
28/4/2026 16:30
2 PRT Nekat Lompat dari Lantai 4 di Benhil, 1 Tewas—Diduga Terjebak ‘Perbudakan Modern’
ilustrasi.(MI)

JARINGAN Advokasi Nasional Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT) menyoroti kasus dua pekerja rumah tangga (PRT) yang nekat melompat dari lantai empat di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Peristiwa tersebut dinilai sebagai indikasi praktik “perbudakan modern”.

“Harusnya pemilik kos ditangkap karena melakukan penyekapan dan isolasi, karena full ditutup teralis. Mereka terjun karena tidak punya akses untuk keluar secara normal sehingga nekat dan meregang nyawa,” ujar Direktur Institut Sarinah, Eva Kusuma Sundari, saat dikonfirmasi, Selasa (28/4).

Menurut Eva, langkah Polisi seharusnya bisa lebih tegas. Serta, memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku mengingat sejumlah bukti telah dikantongi penyidik.

“Menurut saya, polisi sudah punya bukti-bukti nyata dan harusnya langsung menahan pemilik rumah dan pemberi kerja yang melakukan ‘perbudakan’ modern,” tegasnya.

Sebelumnya, dua PRT dilaporkan melompat dari lantai empat tempat tinggal majikannya di Benhil, Jakarta Pusat. Satu korban meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami patah tangan.

Polda Metro Jaya telah memeriksa sembilan saksi terkait kasus ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyebutkan saksi yang diperiksa meliputi pemberi kerja, penjaga rumah, sopir, penyalur, hingga korban selamat.

Selain itu, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti seperti rekaman CCTV, serta melakukan visum dan autopsi terhadap korban meninggal. Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berlangsung.

Kasus ini kembali menjadi sorotan terhadap lemahnya perlindungan bagi pekerja rumah tangga di Indonesia, yang dinilai rentan mengalami kekerasan dan eksploitasi. (MGN/P-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya