Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH korban serangan kelompok teroris yang diduga anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tidak mau kembali lagi ke lokasi permukiman transmigrasi di Dusun Lewano, Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Mereka merasa terancam.
“Saya tidak mau kembali ke situ, meski pemerintah membangun rumah saya yang ludes diduga dibakar kelompok MIT,” kata Astri Kandi, seorang anggota keluarga korban serangan teroris, kemarin.
Astri berharap pemerintah membangunkan rumah, tetapi tidak lagi di lokasi transmigrasi tersebut. Bukan hanya dia, warga lainnya juga enggan kembali karena trauma berat atas peristiwa berdarah yang menelan korban jiwa empat orang, semuanya laki-laki.
Astri selain kehilangan tempat tinggal, juga orangtua dan suami. “Mereka menjadi korban dalam serangan teroris yang kini tengah diburu pasukan gabungan TNI/Polri,” ujarnya.
Lokasi transmigrasi Dusun Lewono berada jauh dari lokasi transmigrasi (SP-1) Dusun Tokelemo, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Lokasi itu, kata dia, berada di puncak gunung dan merupakan area transmigrasi lokal.
“Kalau transmigrasi Dusun Tokelemo adalah transmigrasi umum dari Jawa,” terang Astri.
Demi menangkap para terduga teroris di Sigi, TNI telah menerjunkan sebanyak 30 personel pasukan khusus dari TNI-AD dan marinir TNI-AL untuk bergabung dengan Satgas Tinombala. Kepolisian juga memperkuat personel mereka.
Pemerintah desa dan masyarakat Desa Lembantongoa sangat berharap TNI/Polri dalam jangka waktu tidak terlalu lama bisa menangkap semua teroris MIT yang berada di bawah pimpinan Ali Kalora tersebut. Aparat menyebut anggota mereka tinggal 11 orang.
Namun, Direktur Celebes Institute Adriyani menilai operasi keamanan yang sudah berlangsung sejak 2015 tidak memberi jaminan menghentikan teror dan kekerasan yang memakan korban jiwa warga sipil.
“Operasi keamanan tanpa melihat aspek lainnya secara komprehensif, penerapan operasi keamanan ibarat ‘pemadam kebakaran’,” ungkapnya.
Menurut Adriyani yang tidak kalah penting ialah menghentikan embrio lahirnya kaderkader yang meneruskan pemahaman radikalisme berbasis agama dan tindakan ekstremisme. (Ant/TB/P-2)
Tragedi berdarah di Alam Barajo, Jambi. Indra tewas dengan 18 tusukan di depan anak balitanya. Polisi tangkap dua pelaku yang merupakan tetangga korban.
Ditjen Imigrasi tangkap WNA Amerika Serikat inisial AJP, buronan kasus pembunuhan, saat tiba di Bandara Ngurah Rai Bali berkat integrasi sistem Autogate.
Polisi ungkap kasus pembunuhan IRT di Hotel Sorake Batu Bara. Pelaku pria 61 tahun nekat mencekik korban karena emosi ajakan kencan ditolak.
Kasus pembunuhan Nus Kei memasuki babak baru. Polisi resmi kirim SPDP ke kejaksaan, dua tersangka terancam hukuman mati. Simak kronologi lengkapnya.
David Anthony Burke (D4vd) mengaku tidak bersalah atas dakwaan pembunuhan Celeste Rivas Hernandez. Jasad korban ditemukan dalam Tesla miliknya.
POLRES Metro Bekasi memburu pelaku pembunuhan terhadap perempuan pengusaha tenda hajatan, Eem, 60, di kediamannya, Kampung Utan Salak, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung.
Serangan terhadap personel yang menjalankan mandat tersebut dinilai bertentangan dengan ketentuan internasional yang berlaku.
zat kimia yang digunakan empat oknum prajurit TNI untuk menyerang Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yakni campuran air aki bekas dan pembersih karat
Awalnya, hakim bertanya soal Edi yang disebut juga terkena cairan saat menyiram Andrie Yunus. Kemudian, saat hakim menanyakan mana Terdakwa I, Edi tampak melamun.
Empat personel TNI didakwa melakukan penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Motifnya demi memberi efek jera karena dinilai melecehkan institusi.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terungkap di sidang. Oditur menyebut motif dendam terkait isu revisi UU TNI dan narasi antimiliterisme.
Pihaknya telah melakukan serangkaian langkah sejak pertengahan Maret untuk mendalami kasus tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved