Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TNI Angkatan Darat selesai membangun 16 sumur bor untuk menyediakan air bersih bagi eks pengungsi Timtim yang tersebar di lima kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sumur bor yang selesai dibangun tersebut diresmikan oleh Pangkostrad Letjen Maruli Simanjuntak bersama Danjem Kopassus Mayjen H Iwan Setiawan, Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI-AD (PPAD) Letjen (Pur) Doni Monardo, dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Arsjad Rasjid.
Peresmian sumur bor dipusatkan di Kamp Pengungsi Eks Timtim di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, Senin (11/7) sore.
Puluhan sumur bor tersebut rata-rata memiliki kedalaman 50 meter dan debit 40 liter per detik, mampu memenuhi kebutuhan air bagi 1.691 keluarga atau 8.501 jiwa di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu dan Malaka.
"Saya sangat mengagumi upaya kerja keras prajurit TNI, yang tak pernah lelah bekerja membantu masyarakat keluar dari berbagai persoalan terutama pembangunan akses air bersih," katanya Letjen Maruli Simanjuntak saat menyampaikan sambutan.
Menurutnya, target pembangunan sumur bor untuk menyediakan air bagi warga di pedalaman NTT tahun ini antara 70-100 unit. Dia mengatakan, saat ini sebanyak 26 juta lebih warga Indonesia belum memiliki akses kepada air bersih. "Danrem bersama Kodam Udayana akan terus bangun akses air bersih bagi masyarakat," janjinya.
Letjen Maruli Simanjuntak membangun fasilitas air bersih bagi warga di NTT saat dia masih menjabat Pangdam IX/Udayana. Ketika itu, menurutnya, ide pembangun sumur bor datang dari Letjen (Pur) Doni Manardo yang kemudian bersama Kadin merealisasikan pembangunan sumur bor.
baca juga: BRIN Dorong Pemanfaatan Teknologi Pengolahan Air Bersih
Ketua RT 9 Kamp Eks Pengungsi Noelbaki, Joao de Jesus mengatakan sebelum pembangunan sumur bor, sebanyak 2.538 warga yang bermukim di lokasi itu memanfaatkan air di kali serta satu sumur bor yang dibangun oleh sebuah lembaga internasional pada 1999.
Pada musim kemarau, saat air di kali berkurang atau mengering, sumur bor itu satu-satunya yang didatangai warga untuk mengambil air. "Sekarang kami sangat terbantu dengan adanya tambahan satu sumur bor ini," katanya.
Warga setempat, Monica Fatima Costa da Silva juga mengaku terbantu dengan sumur bor yang kini hanya berjarak sekitar 20 meter dari rumahnya. Tidak hanya itu, TNI juga membangun kamar mandi dan toilet bagi warga setempat. "Sumur bor ini sudah dilengkapi dinamo sehingga air bisa langsung disalurkan ke rumah dengan bantuan selang air," ujarnya. (N-1)
Serangan terhadap personel yang menjalankan mandat tersebut dinilai bertentangan dengan ketentuan internasional yang berlaku.
zat kimia yang digunakan empat oknum prajurit TNI untuk menyerang Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yakni campuran air aki bekas dan pembersih karat
Awalnya, hakim bertanya soal Edi yang disebut juga terkena cairan saat menyiram Andrie Yunus. Kemudian, saat hakim menanyakan mana Terdakwa I, Edi tampak melamun.
Empat personel TNI didakwa melakukan penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Motifnya demi memberi efek jera karena dinilai melecehkan institusi.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terungkap di sidang. Oditur menyebut motif dendam terkait isu revisi UU TNI dan narasi antimiliterisme.
Pihaknya telah melakukan serangkaian langkah sejak pertengahan Maret untuk mendalami kasus tersebut.
BNPP mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan di perbatasan
Myscha, siswi SD di Manggarai Timur, NTT, kirim surat ke Presiden Prabowo. Ia curhat soal Makan Bergizi Gratis, takut keracunan, hingga kondisi sekolah rusak.
Dua wisatawan asal Spanyol di evakuasi medis dari perairan Pulau Padar, karena mengalami lemas, pusing, dan muntah.
WARGA Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menggotong peti jenazah menyeberangi sungai yang dalam dan berarus deras.
Johni Asadoma menegaskan program rumah layak huni harus menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
BNI memberdayakan ratusan perempuan penganyam di Pulau Solor melalui program berkelanjutan. Fokus pada peningkatan ekonomi, kualitas produk, hingga penanganan stunting di NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved