Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN tahun, masyarakat Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, menikmati harga bahan bakar minyak (BBM) yang tidak adil dibandingkan daerah lain.
Sebelumnya, harga premium dan solar di pulau terselatan NKRI itu seragam yakni Rp20 ribu. Bahan bakar kendaraan bermotor itu dikemas dalam botol ukuran satu liter. Harga BBM sebesar itu pun terjadi jika perahu pengangkut BBM tidak berlayar lantaran cuaca buruk di perairan.
"Jika perahu pengangkut BBM tidak berlayar dari Kupang ke Rote akan terjadi kelangkaan di Rote dan harga akan naik," kata Camat Pantai Baru, Rote Ndao, Fons Chris Saek, Jumat (15/11).
Fons mengatakan selama ini pasokan BBM yakni premium, solar dan minyak tanah untuk kebutuhan masyarakat Rote didatangkan dari Kupang mengunakan perahu nelayan. BBM dikemas dalam drum berukuran 200 liter dari Pelabuhan Rakyat Namosain, Kota Kupang.
Jika terjadi kelangkaan BBM, menurut Fons, aktivitas masyarakat terganggu. Harga bahan kebutuhan pokok juga ikut naik.
"Ongkos angkutan naik, ongkos rental mobil naik sampai Rp150 ribu dari Rp100 ribu," ujarnya.
Kondisi seperti itu biasa terjadi di Rote. Para pedagang bensin maupun solar eceran memanfaatkan peluang kelangkaan BBM dengan menaikkan harga lebih tinggi dari harga normal Rp10 ribu per liter. Namun, di ibu kota kecamatan, harga premium dan solar hanya naik sampai Rp15 ribu per liter.
"Sekarang tidak ada lagi kelangkaan BBM di Rote dan saya pastikan perekonomian akan bertumbuh dengan baik," tutur Fons Chris Saek.
Baca juga: BBM Langka, Pengusaha Kandangkan Bus
Saat ini, harga BBM di daerah itu sama seperti harga di daerah lain setelah pemerintah membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Edalode yang berjarak sekitar dua kilometer dari Olafuliaha'a, ibu kota Pantai Baru.
Dengan dibangunnya SPBU tersebut, masyarakat Rote sudah menikmati harga BBM lebih murah yakni Rp6.450 per liter untuk premium dan Rp5.150 per liter untuk solar. SPBU Kompak merupakan bagian dari 170 titik penyalur BBM satu harga di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Tujuannya memberikan rasa keadilan dalam penyediaan energi terutama bahan bakar minyak.
Selain itu, pembangunan SPBU di wilayah 3T merupakan komitmen Pertamina mendukung program pemerintah mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Fons menambahkan, SPBU Kompak Desa Edalode beroperasi sejak 19 Juli 2019 memiliki tiga tangki pendam yakni premium 40 kiloliter (kl), solar 20 kl dan Pertalite 20 kl.
SPBU Kompak menjamin kebutuhan bahan bakar masyarakat sebesar 4.000 liter premium dan 2.000 liter solar dalam sehari. Sementara rata-rata konsumsi BBM di Rote per bulan untuk premium sebesar 450 kl dan solar 150 kl. Dengan beroperasinya SPBU tersebut, Rote telah memiliki dua SPBU, satu telah dibangun di Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain.
Sesuai data BPH Migas sejak 2017-2019, program akselerasi BBM satu harga telah menjangkau sekitar 580.893 keluarga yang tersebar 170 titik seluruh Indonesia mulai dari dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Sebanyak 75 titik di antaranya terdapat di wilayah Indonesia Timur, terdiri dari 17 titik di Maluku, 33 titik di Papua dan 25 titik di Nusa Tenggara termasuk SPBU di Desa Odalode.
Peresmian SPBU Kompak terakhir di wilayah Nusa Tenggara yakni 11 Oktober di Omesuri, Kabupaten Lembata, saat Menteri ESDM masih dijabat Ignasius Jonan.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan penyaluran BBM di Indonesia Timur mengunakan beragam moda transportasi. Di darat, menggunakan mobil tangki yang harus melalui medan cukup berat. Untuk laut, menggunakan kapal dengan tantangan ombak dan cuaca ekstrem serta perahu dan sampan untuk pengangkutan BBM melalui jalur sungai.
"Khusus wilayah yang sulit dijangkau, Pertamina menyiapkan pesawat khusus pengangkut BBM jenis ATR dengan kapasitas 4.000 liter. Semua cara kita lakukan, agar BBM bisa terdistribusi hingga wilayah ujung Indonesia," ungkap Fajriyah.(OL-5)
BNPP mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan di perbatasan
Myscha, siswi SD di Manggarai Timur, NTT, kirim surat ke Presiden Prabowo. Ia curhat soal Makan Bergizi Gratis, takut keracunan, hingga kondisi sekolah rusak.
Dua wisatawan asal Spanyol di evakuasi medis dari perairan Pulau Padar, karena mengalami lemas, pusing, dan muntah.
WARGA Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menggotong peti jenazah menyeberangi sungai yang dalam dan berarus deras.
Johni Asadoma menegaskan program rumah layak huni harus menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
BNI memberdayakan ratusan perempuan penganyam di Pulau Solor melalui program berkelanjutan. Fokus pada peningkatan ekonomi, kualitas produk, hingga penanganan stunting di NTT.
Direktur CELIOS menilai rencana kenaikan harga Pertamax 92 tepat untuk kurangi beban APBN, namun ingatkan risiko migrasi konsumsi ke Pertalite.
Temuan BPK soal lemahnya cadangan BBM dan LPG memicu respons DPR. Legislator PDIP mendesak pemerintah segera bertindak demi ketahanan energi nasional.
Penggunaan AC mobil yang tidak sehat ternyata memicu pemborosan BBM. Simak penjelasan ahli mengenai komponen AC dan tips perawatannya agar tetap efisien.
Pakar ITB ingatkan risiko mesin rusak dan biaya perbaikan belasan juta rupiah akibat mencampur atau menurunkan oktan BBM saat harga naik.
anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ahmad Najib Qodratullah, mengingatkan pemerintah untuk terus berinovasi dalam melakukan transisi energi
Pakar otomotif ITB ingatkan risiko penurunan performa hingga kerusakan mesin jika nekat pakai BBM oktan rendah demi hemat biaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved