AC Mobil tidak Dingin Bikin Boros BBM, Ini Penjelasan dan Solusinya

Basuki Eka Purnama
24/4/2026 11:42
AC Mobil tidak Dingin Bikin Boros BBM, Ini Penjelasan dan Solusinya
Ilustrasi(Freepik)

PENGGUNAAN Air Conditioner (AC) pada kendaraan sering kali dianggap sebagai hal sepele oleh para pengendara. Padahal, sistem pendingin kabin ini memiliki pengaruh langsung terhadap konsumsi bahan bakar, baik pada mobil berbahan bakar bensin, diesel, maupun BBG.

Co-Founder Dokter Mobil, Ko Lung-Lung, mengungkapkan bahwa fitur pendingin yang dalam kondisi tidak sehat namun tetap dipaksakan menyala akan berakibat pada pemborosan konsumsi bahan bakar.

"Kalau tidak dingin dan pemilik terus memaksakan dihidupkan, AC itu bisa jadi boros. Itu harus segera dibawa ke bengkel untuk diperiksakan," ujar Ko Lung-Lung.

Mekanisme Kerja AC dan Beban Mesin

Secara mendasar, sistem AC kendaraan bekerja dengan mekanisme sirkulasi yang melibatkan beberapa komponen utama. Kompresor AC digerakkan langsung oleh mesin kendaraan, sehingga membutuhkan tenaga tambahan. Semakin berat kerja kompresor, semakin besar pula beban yang ditanggung mesin, yang pada akhirnya meningkatkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Berikut adalah komponen utama sistem AC dan fungsinya dalam menciptakan udara dingin:

Komponen Fungsi Utama
Kompresor Mendorong sirkulasi freon dan oli ke seluruh sistem.
Kondensor Mengubah wujud freon dari gas menjadi cair.
Filter Dryer Melakukan proses filtrasi atau penyaringan freon.
Evaporator Mengubah kembali freon cair menjadi gas untuk menyerap panas.
Blower Menghembuskan udara dingin ke dalam kabin penumpang.

Pentingnya Perawatan Rutin

Untuk menjaga efisiensi, pemilik kendaraan disarankan melakukan perawatan rutin, terutama penggantian oli kompresor. Penggantian ini berfungsi mencegah gesekan berlebih yang dapat merusak kompresor dan membuat sistem bekerja lebih berat.

Rekomendasi Perawatan: Idealnya, pemilik kendaraan harus rutin mengganti oli kompresor setiap 20.000 kilometer sekali untuk menjaga performa tetap optimal.

Faktor Eksternal: Radiator dan Komponen Pendukung

Selain kondisi internal AC, suhu radiator juga memegang peranan penting. Karena letak kondensor berdekatan dengan radiator, keduanya saling memengaruhi. Jika radiator terlalu panas atau kipas pendingin tidak bekerja optimal, suhu kondensor akan ikut naik.

"Akibatnya, sistem akan bekerja lebih keras untuk menghasilkan suhu dingin yang diinginkan, sehingga konsumsi BBM pun meningkat," tambah Ko Lung-Lung. Selain itu, komponen pendukung seperti magnetic clutch dan solenoid valve juga harus dipastikan berfungsi baik karena berperan mengatur kerja kompresor berdasarkan perintah komputer kendaraan.

Dengan demikian, perawatan yang tepat pada sistem AC dan pendingin mesin bukan hanya soal kenyamanan, melainkan kunci utama agar konsumsi bahan bakar tetap efisien dan terhindar dari pemborosan yang tidak perlu. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya