Bahaya Menurunkan Kualitas BBM bagi Mesin Mobil Modern

Basuki Eka Purnama
21/4/2026 20:49
Bahaya Menurunkan Kualitas BBM bagi Mesin Mobil Modern
Kendaraan mengisi BBM nonsubsidi di SPBU Cikini, Jakarta, Senin, (20/4/2024).(MI/Usman Iskandar)

KENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sering kali memicu pemilik kendaraan untuk beralih ke jenis bahan bakar dengan oktan yang lebih rendah demi menghemat pengeluaran. Namun, langkah ini dinilai bukan solusi ideal, terutama bagi kendaraan modern yang memiliki spesifikasi mesin presisi.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menekankan bahwa pemahaman terhadap rasio kompresi mesin sangat krusial sebelum memutuskan untuk mengganti jenis BBM. Menurutnya, setiap jenis BBM telah dirancang untuk karakteristik mesin tertentu.

Kaitan Rasio Kompresi dan Oktan

Yannes menjelaskan bahwa perbedaan angka oktan (RON) sangat berpengaruh pada proses pembakaran di dalam ruang bakar. Berikut adalah panduan umum kesesuaian oktan dengan rasio kompresi mesin:

Jenis BBM Angka Oktan (RON) Rasio Kompresi Mesin
Pertamax Turbo RON 98 12,1:1 hingga 14,0:1 (Termasuk mesin turbo)
Pertamax RON 92 10:1 hingga 11:1

BBM dengan oktan tinggi seperti Pertamax Turbo memungkinkan pembakaran yang lebih sempurna, menghasilkan efisiensi tinggi, serta tenaga maksimal bagi mesin berkompresi tinggi.

Risiko Penurunan Kualitas BBM

Memaksakan penggunaan BBM dengan oktan lebih rendah dari spesifikasi pabrikan dapat menimbulkan dampak negatif yang instan maupun jangka panjang. Yannes merinci beberapa kerugian yang akan dialami pemilik kendaraan:

  • Penurunan Performa: Tenaga mesin dapat merosot sekitar 5-10 persen.
  • Boros Bahan Bakar: Konsumsi BBM justru berpotensi naik 3-7 persen karena pembakaran tidak efisien.
  • Gejala Knocking: Munculnya risiko knocking (ngelitik) ringan dan akselerasi yang terasa berat.
  • Kerusakan Mekanis: Dalam jangka panjang, risiko keausan komponen mesin mengintai, terutama pada mobil sport atau kendaraan yang menggunakan turbocharger dan supercharger.
Catatan Pakar: Meskipun kendaraan modern dilengkapi dengan knock sensor untuk menyesuaikan timing pengapian, fitur ini bukan berarti memberikan ruang untuk penggunaan BBM di bawah spesifikasi secara terus-menerus. Ini bukan pilihan optimal untuk kesehatan mesin jangka panjang.

Rekomendasi bagi Pemilik Kendaraan

Jika pengendara terpaksa menurunkan kualitas BBM karena alasan biaya, sangat disarankan untuk tetap mengacu pada buku manual kendaraan. Pemilik harus waspada jika muncul gejala seperti suara menggelitik, getaran berlebih, atau penurunan performa saat akselerasi.

"Jika ini terjadi, maka sebaiknya segera isi tangki dengan BBM oktan tinggi sesuai anjuran buku manualnya," pungkas Yannes. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya