Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengapresiasi kerja sama antara Kepolisian, Komnas HAM, dan masyarakat sipil, khususnya Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), dalam mengungkap identitas dua kerangka manusia yang ditemukan di gedung ACC, Kwitang, Jakarta Pusat.
Anggota Kompolnas, Muhammad Chairul Anam, menilai proses tersebut menunjukkan bentuk kolaborasi yang baik antara institusi negara dan elemen masyarakat sipil dalam menangani kasus orang hilang.
“Proses ini menjadi sangat menarik sebagai suatu bentuk kerja sama antara institusi kepolisian dan rekan-rekan yang ada di masyarakat sipil, termasuk kami dari Kompolnas dan juga Komnas HAM,” ujar Anam dalam konferensi pers di RS Polri, Jumat (7/11).
Ia menjelaskan, kerja sama lintas lembaga menjadi kunci penting dalam upaya menemukan orang hilang, baik di Indonesia maupun di berbagai negara lain. Melalui koordinasi intensif, pertukaran data, serta analisis digital, kasus ini akhirnya dapat terungkap.
“Kerja sama ini merupakan kata kunci bagaimana menemukan orang hilang. Tadi juga dijelaskan oleh Polda Metro Jaya, sudah beberapa kali dilakukan koordinasi, berbagi informasi, termasuk kesaksian dan rekam jejak digital. Itu menunjukkan proses yang transparan,” tuturnya.
Anam menambahkan, Kompolnas sebagai lembaga pengawas kepolisian memantau langsung perkembangan pencarian dua remaja yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh KontraS. Ia mengatakan pihaknya mendapatkan laporan berkala dari kepolisian hingga hasil identifikasi forensik diumumkan.
“Kami tahu persis bagaimana proses pencarian orang hilang ini berjalan. Beberapa hari yang lalu kami sudah mendapatkan informasi, kemudian dikonfirmasi kembali kemarin, dan hari ini sudah diumumkan hasilnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Anam menegaskan bahwa meski kasus ini masih menjadi perhatian publik, prioritas saat ini adalah memastikan keluarga korban mendapatkan kepastian dan dukungan moral.
“Sekali lagi, kasus ini masih menjadi perhatian. Tapi momen yang paling penting saat ini adalah kepastian bahwa orang yang selama ini belum ditemukan, kini sudah dipastikan ditemukan. Mari kita bersama-sama mendoakan agar keluarga diberi ketabahan,” pungkasnya.
Diketahui, Polri memastikan dua kerangka jenazah yang ditemukan di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, merupakan Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputra Dewo, dua remaja yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak lebih dari satu bulan lalu pada aksi kerusuhan demonstrasi akhir Agustus 2025.
Kepala Laboratorium Forensik Kedokteran (Karo Labdokkes) Polri RS Polri, Brigjen dr. Hastry R. Rahayu menjelaskan, pada kantong jenazah bernomor 0080, tim forensik melakukan identifikasi sekunder melalui pemeriksaan tulang tengkorak dan panggul.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, diketahui jenazah berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan antara 158 hingga 168 sentimeter dan termasuk dalam ras mongoloid.
“Dari hasil pemeriksaan tersebut, DNA postmortem 0080 cocok dengan data antemortem 002, sehingga jenazah berhasil teridentifikasi sebagai Reno Syahputra Dewo, anak biologis dari Muhammad Yasin,” ucapnya dalam konfrensi pers di RS Polri, Jumat (7/11).
Sementara itu, pada kantong jenazah bernomor 0081, tim forensik juga menemukan sejumlah barang bukti sekunder berupa kalung dan kepala ikat pinggang. Pemeriksaan DNA kemudian dilakukan terhadap sampel tulang jenazah tersebut.
“Hasil DNA postmortem 0081 cocok dengan antemortem 001, sehingga dapat dipastikan identitasnya sebagai Muhammad Farhan Hamid, anak biologis dari bapak Hamid,” jelasnya. (Dev/P-3)
KAKORLANTAS Polri memastikan akan melakukan evaluasi terhadap perusahaan taksi listrik hijau atau Green SM menyusul kecelakaan kereta KRL di Bekasi Timur, Senin (27/4)
Barisan Rakyat Cinta TNI (BRCT) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mahkamah Konstitusi di Jakarta pada Rabu (22/4).
Polri mengungkap berbagai modus haji ilegal yang merugikan jemaah, mulai dari penyalahgunaan visa hingga skema ponzi. Simak detail lengkapnya di sini.
Kepercayaan penuh yang diberikan Presiden Prabowo kepada Kapolri Listyo Sigit merupakan fondasi yang kuat bagi operasionalisasi agenda anti-penyelundupan.
TS alias Ki Bedil ditangkap oleh Satresmob Bareskrim Polri terkait penjualan senjata api ilegal di Jawa Barat. Ki Bedil menjual senjata api ilegal selama 20 tahun. fakta-fakta soal Ki Bedil
Modus pertama melibatkan pengoplosan dan konversi ilegal, di mana isi LPG 3 kg bersubsidi dipindahkan ke tabung nonsubsidi untuk dijual dengan harga pasar.
Awalnya, hakim bertanya soal Edi yang disebut juga terkena cairan saat menyiram Andrie Yunus. Kemudian, saat hakim menanyakan mana Terdakwa I, Edi tampak melamun.
FAKTA baru terungkap dalam sidang perdana kasus penyiraman cairan kimia terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (29/4/2026).
KETUA Majelis Hakim Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto meminta Oditurat Militer II-07 Jakarta untuk mengupayakan kehadiran Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus di persidangan.
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) ajukan praperadilan ke PN Jaksel terkait mandeknya penyidikan kasus penyiraman air keras aktivis KontraS Andrie Yunus.
Empat personel TNI didakwa melakukan penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Motifnya demi memberi efek jera karena dinilai melecehkan institusi.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terungkap di sidang. Oditur menyebut motif dendam terkait isu revisi UU TNI dan narasi antimiliterisme.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved