Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KAKORLANTAS Polri memastikan akan melakukan evaluasi terhadap perusahaan taksi listrik hijau atau Green SM menyusul kecelakaan kereta KRL di Bekasi Timur, Senin (27/4) yang ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek.
Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, menyatakan bahwa pihaknya melalui Direktorat Penegakan Hukum (Ditgakkum) dan Direktorat Keamanan dan Keselamatan (Ditkamsel) tengah melakukan koordinasi intensif untuk mengevaluasi operasional Green SM.
“Kami dari Korlantas, khususnya dari kerja sama antara Direktorat Penegakan Hukum dan Direktorat Kamsel (Keamanan dan Keselamatan), berkoordinasi untuk mengevaluasi banyaknya kejadian yang melibatkan taksi hijau. Kami akan lakukan evaluasi terhadap perusahaan tersebut,” ujar Sandhi kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).
Evaluasi ini, kata dia, akan mencakup berbagai aspek, mulai dari kelayakan armada listrik yang digunakan hingga standar operasional prosedur (SOP) keselamatan para pengemudi. Sebagaimana diberitakan kecelakaan kereta KRL dan Agro Bromo Anggrek di Bekasi Timur diduga dipicu oleh taksi listrik GreenSM yang mengalami gangguan elektrik tepat di atas perlintasan rel kereta api.
“Kecelakaan ini diakibatkan dari korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik, ya. Di mana tepat permasalahan itu terjadi di perlintasan Ampera, perlintasan rel kereta api di Ampera,” ujar Sandhi.
Meskipun tabrakan awal antara KRL dengan mobil listrik tersebut hanya menimbulkan kerugian material, dampak lanjutannya, kata dia, menjadi sangat fatal. KRL yang berhenti untuk menunggu proses evakuasi diduga tidak terlaporkan dengan akurat ke sistem persinyalan kereta cepat yang datang dari arah belakang.
Sandhi menyebut adanya celah koordinasi yang membuat KA Argo Bromo Anggrek tetap melaju dalam kecepatan tinggi tanpa mengetahui adanya hambatan di depannya hingga membuat kecelakaan kereta KRL dan Agro Bromo Anggrek.
“KRL yang menunggu proses evakuasi, mungkin akibat kurangnya koordinasi ataupun informasi, tidak mampu memberikan informasi menyeluruh ataupun akurat kepada kereta api Argo Bromo Anggrek. Di mana ketika itu sedang melintas dengan kecepatan 110 kilometer per jam,” jelasnya.
Sandhi mengatakan kepolisian melakukan investigasi mendalam menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA) untuk merekonstruksi kronologi secara ilmiah. Teknologi ini digunakan untuk melihat secara detail proses sebelum, saat, dan sesudah benturan terjadi. “Tujuannya apa? Tujuannya untuk memudahkan penyidik laka lantas Polri dalam rangka membuat terang sebuah tindak pidana kejahatan lalu lintas,” kata Sandhi.
Dalam kecelakaan kereta api KRL di Bekasi, mengenai status kendaraan taksi Green SM yang tertabrak, Polri menegaskan tidak ada unsur menerobos palang pintu oleh pengemudi taksi. Hal ini dikarenakan perlintasan Ampera tersebut memang tidak memiliki palang pintu resmi dari operator.
“Ya kita tidak bisa katakan ini menerobos karena di perlintasan ini tidak ada palang pintu kereta api seperti yang kita lihat di sana. Palang pintu dibuat oleh masyarakat secara swadaya, budi baik dari para masyarakat di sini untuk mendukung keselamatan,” ungkapnya. (H-4)
ANGGOTA Komisi V DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto mendesak evakuasi sistem monitoring terkait kecelakaan kereta KRL di Bekasi Timur dengan kereta api Argo Bromo Anggrek, Senin (27/4).
Jumlah korban tewas kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 16 orang. Menhub pastikan santunan Jasa Raharja.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menegaskan proses pemulihan layanan kereta api jarak jauh terus berjalan.
Menurut anggota Komisi VIII DPR RI, Derta Rohidin, usulan tersebut lahir dari semangat perlindungan terhadap perempuan.
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya pengamanan seluruh perlintasan kereta api, termasuk yang tidak resmi, guna mencegah kecelakaan berulang.
USAI kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, PT KAI Daops 8 Surabaya terus berbenah dalam menata perlintasan.
Polda Metro Jaya memeriksa sopir taksi GreenSM dan menjadwalkan pemeriksaan masinis terkait tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved