Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi meminta Gubernur Anies Baswedan untuk tidak saling menyalahkan tapi segera fokus untuk pengendalian dan penanganan banjir. DKI Jakarta, menurutnya, memiliki banyak alat untuk mengendalikan dan penanggulangan banjir, tapi semua sarana tersebut tidak terpakai karena kewenangan pengelolaan 13 sungai bukan pada pemerintah provinsi.
"Kita punya APBD, alat banyak dan pada saat sebelum ada banjir pemerintah DKI berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Alat-alat kita itu akhirnya tidak terpakai. Maksud saya jangan sampai abu-abu," cetusnya, Kamis (2/1).
Baca juga: 11 Pintu Air di Jakarta Siaga IV
Niat kewenangan pengelolaan 13 sungai, lanjut Prasetyo, telah disampaikan beberapa waktu lalu kepada Presiden Joko Widodo. Menurutnya, saat itu gubernur dan menteri PUPR sudah seharusnya tunduk dengan program presiden.
"Saya sudah sampaikan saat itu bahwa 13 sungai itu, sudah serahkan saja pada pemda DKI. Dan seharusnya hilangkan saja persaingan saat pilpres dan sebagainya itu, sekarang kita kerja untuk satu," ungkapnya.
Pengendalian banjir menurutnya telah dilakukan gubernur sebelumnya dengan melakukan normalisasi sungai. Selain itu juga memberikan hibah kepada pemerintah daerah penyangga untuk membangun embung sebagai penampung air.
"Jakarta ini yang ada di bawah sekali jadi kalau tidak ditahan dari hulunya, tumpah semua ke sini. Maka pemerintah dulu itu memberikan hibah untuk membuat embung air," imbuhnya.
Baca juga: Bantu Atasi Banjir di Bekasi, Kang Emil Beri 40 Perahu Karet
Lebih lanjut kata dia, normalisasi sungai sudah menjadi keharusan termasuk membangun banjir kanal timur yang saat ini menjadi tanggung jawab pemerintah DKI dan pemerintah pusat.
"Anggaran tahun ini Rp3,7 triliun tinggal pemerintah DKI sekarang harus fokus dengan banjir dan macet," tegasnya.
Anies, sambungnya, harus menempatkan keselamatan dan kepentingan masyarakat sebagai tugas-tugas utamanya. Sehingga terjalin koordinasi yang baik dengan berbagai pihak khususnya pemerintah pusat. (OL-6)
Pengalaman pemerintahan sebelumnya yang menunjukkan bahwa besarnya dukungan parlemen tidak selalu berbanding lurus dengan efektivitas pemerintahan.
Ambang batas berjenjang sebagai sesuatu yang masih bisa dirumuskan secara fleksibel agar diterima berbagai pihak.
Asror alias Ruben yang juga mantan Wakil Direktur PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) didalami keterkaitannya dengan proyek pengadaan tenaga outsourcing yang berlangsung
KPK mengungkap tingkat kepatuhan LHKPN anggota DPRD hanya 41,22%. Simak alasan mengapa transparansi harta penting untuk melindungi legislator dari fitnah dan konflik kepentingan
Ia menyoroti video yang beredar memperlihatkan kendaraan dinas digunakan di luar konteks pekerjaan, bahkan diduga untuk keperluan keluarga di luar kota.
Pengecekan terhadap kekokohan pohon dan tiang reklame perlu dilakukan secara menyeluruh. Sebab, sejumlah pohon di Kota Bandung dinilai sudah mulai keropos dan rawan tumbang
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI, Judistira Hermawan, menegaskan percepatan dilakukan agar solusi konkret segera diterapkan di lapangan.
Sistem yang masih bersifat padat karya (labor intensive) turut mendorong membengkaknya beban biaya.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Sebanyak 130 titik masih belum dijaga. Sementara 293 titik lainnya telah dilengkapi penjagaan.
Peran pengusaha muda sangat krusial di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhamad Mardiono mendorong seluruh kader di DKI Jakarta untuk memperkuat kekompakan dan mengarahkan energi pada kerja-kerja elektoral
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved