Waspadai Cuaca Ekstrem, DPRD Minta Pemkot Bandung Cek Pohon dan Tiang Reklame

Bayu Anggoro
06/4/2026 18:49
Waspadai Cuaca Ekstrem, DPRD Minta Pemkot Bandung Cek Pohon dan Tiang Reklame
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung, Rieke Suryaningsih menyoroti banyaknya pohon tumbang di Kota Bandung saat cuaca ekstrem(MI/BAYU ANGGORO)

CUACA ekstrem yang melanda Kota Bandung belakangan ini mendapat perhatian dari DPRD.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung, Rieke Suryaningsih, meminta Pemkot Bandung meningkatkan kewaspadaan, khususnya terkait potensi bahaya dari pohon dan tiang reklame.

Dia menilai, pengecekan terhadap kekokohan pohon dan tiang reklame perlu dilakukan secara menyeluruh. Sebab, sejumlah pohon di Kota Bandung dinilai sudah mulai keropos dan rawan tumbang saat terjadi angin kencang.

"Pohon-pohon itu harus benar-benar diperiksa, karena ada yang sudah keropos. Dahan-dahannya juga perlu dicek supaya tidak membahayakan masyarakat," katanya, di Bandung, Senin (6/4).

Selain itu, ia juga menyinggung rencana pendataan pohon melalui program 'KTP pohon' yang hingga kini belum terealisasi. Program tersebut penting untuk memetakan kondisi pohon di Kota Bandung.

"Dulu sempat ada rencana KTP pohon, tapi sampai sekarang belum jadi. Padahal itu penting untuk mengetahui kondisi dan usia pohon," tambah Rieke.

Pada sisi lain, dia mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem, terutama ketika suhu udara mencapai lebih dari 34 derajat Celsius.

"Kalau memang cuaca panas sekali, sebaiknya aktivitas dikurangi. Kita juga harus mengukur kemampuan tubuh dalam beradaptasi dengan kondisi cuaca," ungkapnya.

Rieke menambahkan, sejumlah wilayah di Kota Bandung juga masih memiliki potensi bencana, seperti banjir saat hujan deras. Meski beberapa titik diklaim sudah mengalami perbaikan, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.

Selain itu, dia menilai persoalan sampah juga menjadi hal yang lebih mengkhawatirkan ke depan, terutama menjelang musim kemarau.

"Yang saya khawatirkan justru sampah. Ini harus segera diolah atau ditangani dengan serius, karena bisa menimbulkan masalah baru," tandasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner