Tedja Coffee Hadir di Bandung untuk Produktivitas dan Kesehatan Pelanggan

Sugeng Sumariyadi
25/4/2026 13:03
Tedja Coffee Hadir di Bandung untuk Produktivitas dan Kesehatan Pelanggan
Tiga racikan unggulan Tedja Coffee, coffee shop terbaru di Kota Bandung yang hadir dengan konsep produktif dan sehat.(MI/SUMARIYADI)

UDARA segar dan suasana rindang di tengah Kota Bandung mewarnai pembukaan Tedja Coffee, Sabtu (15/4). Berada di antara Taman Saparua, Markas Kodiklat TNI-AD dan sebuah masjid besar, coffee shop di Jalan Aceh ini tampil berbeda dibandingkan ratusan usaha sejenis di Kota Kembang.

"Kami datang dengan konsep coffee shop produktif. Kami hadir untuk mendukung gaya hidup sehat dan berkomunitas," ungkap CEO Tedja Coffee,
Putra Ilham Setiansyah.

Berbeda dengan coffee shop lain, Tedja Coffee sudah hadir sejak pukul 07.00 WIB. Lebih pagi, karena saat itu sudah banyak warga yang beraktivitas dan berolahraga di sekitar GOR dan Lapangan Saparua di Jalan Aceh.

Sejak awal berdiri, Tedja Coffee sudah menempatkan diri sebagai tempat bagi komunitas olahraga untuk berkumpul, beraktivitas dan produktif. Mereka telah merangkul komunitas lari, sepeda, hingga MMA, basket dan tenis.

Dalam perkembangannya, Tedja Coffee menempatkan diri sebagai lokasi produktif. Selain itu, tetap mengusung coffee shop sehat untuk kalangan olahragawan.

"Karena itu, di setiap menu yang kami sediakan, kami mencantumkan hitungan kalorinya. Bagi yang sedang giat dan tengah melakukan aktivitas gim, kami juga menyediakan hidangan berprotein, di antaranya Power Late, kopi dan protein," tambah Putra.

Setelah bergeser ke konsep produktif, komunitas yang bergabung dengan cafe ini juga berkembang. Di antaranya komunitas motor, komunitas beragam pekerjaan dan hobi. Tedja hadir sebagai penunjang aktivitas dan produktif.

"Tempat ini terus berkembang menjadi booth camp bagi banyak komunitas. Komunitas olahraga mendominasi pada Sabtu dan Minggu atau di akhir pekan," lanjutnya.


Kopi arabika


Saat ini, Tedja Coffee di Jalan Aceh ini memiliki ruangan ourdoor yang mampu menampung 150 orang, semi outdoor dengan kapasitas 50 orang dan dua ruangan indoor untuk pertemuan.

Dari sisi menu, Putra menambahkan, Tedja Coffee menyediakan 50 varian minuman berbahan dasar kopi. Cafe ini menggunakan 100% kopi arabika, sehingga aman untuk lambung.

"Dari 50 bahan kopi, 15 di antaranya merupakan kopi dari Jawa Barat. Kami berkomitmen menjaga kualitas kopi, mendukung petani lokal, dan menghadirkan konsep sehat dan ramah komunitas," papar Putra.

Sementara itu, 35 jenis kopi lainnya berasal dari Papua dan daerah lain di Indonesia, termasuk dari luar negeri. "Namun, kami punya cara pengolahan tersendiri, terkait kopi yang sehat," tandasnya.

Saat ini, Tedja Coffee memiliki tiga andalan menu kopi, yakni Dirty Latte, Tiger Bomb dan Mont Blanc.

Putra mengungkapkan dari sisi menu, pihaknya terus melakukan inovasi. Dia memastikan setiap 6 bulan selalu ada menu baru.

Sementara jika Anda datang dengan perut kosong, Tedja Coffee juga sudah menyiapkan hidangan untuk mengisinya. Mulai dari Nasi Banjur, nasi kulit, nasi cumi, nasi ayam hainan, hingga bakmi, salad dan bubur.

"Harga kopi kita dimulai dari Rp20 ribu. Kami juga menyediakan program dan paket yang menarik untuk konsumen dan komunitas yang sudah bergabung yang kami panggil Warga Tedja," lanjut Putra.

Dia juga mengungkapkan, Tedja Coffee di Jalan Aceh ini merupakan cafe kelima di Kota Bandung. Dalam waktu dekat, perusahaan akan kembali membuka di dua lokasi.

"Kami memperkuat usaha di Kota Bandung dulu. Setelah itu, tentu saja kami berniat membuka di luar Bandung, bahkan di Jakarta," tandas Putra.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner