Kisah Nanang, Tetap Memilih Kereta Api meski Ada Kecelakaan

Nurul Hidayah    
28/4/2026 18:48
Kisah Nanang, Tetap Memilih Kereta Api meski Ada Kecelakaan
Nanang, penumpang KA dari Cirebon menuju Jakarta(MI/Nurul Hidayah)

SELAIN membatalkan perjalanan, penumpang yang terdampak kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4) kemarin bisa membatalkan atau menukar tiket dengan kereta lainnya. 

Nanang, 49, calon penumpang kereta api  mengaku kaget saat tiba dari Stasiun Prujakan Cirebon dan langsung mendapatkan informasi bahwa kereta api yang akan dinaikinya dibatalkan. “Saya sudah beli tiket KA Menoreh ke Jakarta. Namun akibat tabrakan kereta di Bekasi Timur keberangkatan kereta saya dibatalkan,” tutur Nanang. 

Nanang kemudian diarahkan untuk mengurus pengembalian tiket. “Terus saya ke loket, disuruh isi formulir. Jadi nanti tiketnya diganti 100 persen dalam 1x24 jam,” tutur Nanang. 

Saat hendak mengisi formulir untuk pengembalian tiket, Nanang diberitahu oleh petugas bahwa tiket yang dimilikinya bisa dialihkan ke kereta lain yang tidak dibatalkan. “Ada kereta api Sawunggalih. Jadwal keberangkatannya ga lama dari KA Menoreh,” tutur Nanang.

Untuk KA Menoreh yang dibatalkan berangkat pukul 09.50 WIB sedangkan KA Sawunggalih berangkat pukul 10.07 WIB. “Dikit saja selisihnya, ngga lama,” tutur Nanang.  Alhasil pengalihan tersebut membuat Nanang tetap bisa melanjutkan perjalanan ke Jakarta hari ini. 

Bahkan, harga tiket KA Sawunggalih pun lebih murah. Sebelumnya harga tiket kereta api yang pertama dibeli dengan harga Rp200 ribuan yang dibeli secara online. Sedangkan harga tiket KA Sawunggalih tiketnya hanya Rp110 ribu. “Jadi lumayan, balik lagi 100 ribu, lumayan,” tuturnya. 

Selama ini, lanjut Nanang, ia cukup sering bepergian Jakarta-Cirebon. Nanang menambahkan, perjalanannya kali ini bertujuan untuk pulang ke keluarga di Jakarta di sela pekerjaannya sebagai pelaut. “Saya pelaut. Lagi nunggu bongkar kapal, jadi saya pulang dulu. Keluarga di Jakarta,” tutur Nanang.

Lebih Cepat dan Nyaman

Sekali pun ada kecelakaan, Nanang mengaku lebih memilih untuk menggunakan kereta api. “Lebih efisien. Waktu tempuh yang lebih singkat dan enggak capek di jalan. Kalau naik bus bisa sekitar 6 jam, kalau kereta enggak sampai 3 jam sampai Jakarta,” tutur Nanang. 

Sementara itu Manajer Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyebutkan dampak kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KR: di Stasiun Bekasi Timur masih terasa hingga wilayah Cirebon.

“Kejadian tersebut berdampak kepada operasional kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon,” ujar Muhibbuddin.

27 Perjalanan Kereta Dibatalkan

Total ada 27 perjalanan kereta yang melintas di wilayah Daop 3 Cirebon dibatalkan. “Tadi malam ada 10 KA yang dibatalkan. Dan pada hari ini ada 17 KA lagi yang dibatalkan, sehingga total ada 27 KA,” jelas Muhibbuddin. 

Selain itu, sejumlah perjalanan yang tetap beroperasi juga mengalami keterlambatan akibat antrean jalur.Namun Muhibbuddin memastikan bahwa mereka terus melakukan upaya pemulihan operasional dan memberikan pembaruan informasi kepada penumpang. “Kami akan terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait serta melakukan pembaruan informasi kepada pelanggan,” jelas Muhhibbuddin. (UL) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner