Pembangunan KDMP di Bandung Barat Terkendala Lahan

Depi Gunawan
28/4/2026 22:03
Pembangunan KDMP di Bandung Barat Terkendala Lahan
Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Jawa Barat terus dikebut(ISTIMEWA)

KOPERASI Desa Merah Putih (KDMP) di Bandung Barat yang telah memenuhi syarat dan dalam tahap proses pembangunan baru ada sebanyak 78 unit, 13 di antaranya telah rampung 100%.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Bandung Barat, Sri Dustirawati mengatakan, ditargetkan seluruh desa memiliki koperasi desa baik di wilayah perkotaan maupun kawasan selatan Bandung Barat.

"Targetnya terbentuk 165 KDMP, tapi baru ada 78 yang sedang proses dibangun, dengan 13 di antaranya sudah selesai dan menunggu beroperasi," katanya, Selasa (28/4).

Pihaknya mengharapkan agar KDMP yang terbangun bisa semakin banyak sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa. Rencananya peluncuran KDMP secara nasional akan dilakukan pada 18 Mei 2026.

Namun demikian, ia mengakui, selama tidak ada lahan yang sesuai kriteria dari pemerintah pusat, pembangunan belum akan dilakukan.

Sesuai ketentuan dan dari Detail Engineering Design (DED) yang ada, setiap KDMP membutuhkan lahan seluas 1.000 meter persegi, dengan luas bangunan berukuran 30x20 meter dan sisanya diperuntukkan bagi area parkir.


Soal lahan


Sementara dasar acuan pendanaan dan pembangunan KDMP mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 Tahun 2026 Tentang Tata Cara Penyaluran Dana Alokasi Umum/Dana Bagi Hasil atau Dana Desa Dalam Rangka Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

"Lahan yang jadi kendala. Karena itu kami usulkan agar ketentuan luas lahan tidak harus 1.000 meter persegi dan desain bangunan bisa lebih fleksibel," ucapnya.

Menurut Sri, usulan tersebut tidak hanya datang dari Bandung Barat, tetapi juga dari berbagai kabupaten/kota lain yang menghadapi persoalan serupa, terkait ketersediaan lahan.

"Saat ini usulan tersebut tengah dibahas oleh kementerian terkait bersama sejumlah pihak termasuk PT Agrinas," terangnya.

Adapun dalam implementasinya, KDMP akan menghadirkan beberapa jenis gerai layanan, yakni gerai sembako, klinik, apotek, unit simpan pinjam, logistik seperti gas LPG, serta pergudangan.

Selain itu, desain gerai juga diusulkan agar lebih adaptif terhadap kondisi aset desa yang tersedia. KDMP diharapkan tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok, tetapi juga mampu mengembangkan potensi lokal dengan melibatkan pelaku usaha setempat.

Dengan berbagai penyesuaian yang tengah dibahas, pihaknya optimistis program KDMP dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat desa.

"Partisipasi pengusaha lokal sangat penting. Di sisi lain, dibutuhkan juga kreativitas pengurus dan pengawas koperasi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menarik anggota," jelasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner