Sarjana Jaya Ungkap Kerugian Pengelolaan Parkir di Jakarta Capai Ratusan Juta Rupiah per Tahun

Mohamad Farhan Zhuhri
29/4/2026 17:10
Sarjana Jaya Ungkap Kerugian Pengelolaan Parkir di Jakarta Capai Ratusan Juta Rupiah per Tahun
ilustrasi.(MI)

DIREKTUR Utama Perumda Sarana Jaya, Bernard Yohanes, mengakui tingginya biaya operasional menjadi penyebab utama kerugian pengelolaan parkir di sejumlah titik, termasuk di hotel dan lahan komersial.

Hal itu disampaikan dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Perparkiran DPRD DKI Jakarta, dikutip Rabu (29/4). Bernard menjelaskan, karakter operasional parkir di hotel seperti Novotel yang berjalan 24 jam membuat kebutuhan tenaga kerja tetap tinggi.

Sistem yang masih bersifat padat karya (labor intensive) turut mendorong membengkaknya beban biaya. “Di Novotel itu operasional 24 jam, sehingga kita masih labor intensif. Ada beberapa petugas yang bekerja di sana, sehingga overhead-nya cukup tinggi,” kata Bernard.

Data yang dipaparkan menunjukkan, pendapatan parkir di Novotel hanya mencapai Rp408 juta per tahun, sementara biaya operasional menembus Rp563 juta. Kondisi ini menyebabkan kerugian sekitar Rp155 juta per tahun.

Jika dirinci, biaya operasional tersebut setara sekitar Rp47 juta per bulan, yang sebagian besar dialokasikan untuk pembayaran gaji petugas parkir dan kebutuhan operasional harian.

Tak hanya di Novotel, kondisi serupa juga terjadi di lokasi lain. Pengelolaan parkir di Hotel Mercure tercatat merugi sekitar Rp70 juta per tahun, dengan total biaya operasional mencapai Rp299 juta.

Sementara di lahan parkir kawasan Tebet, terutama area kuliner pagi hingga malam, beban biaya tenaga kerja juga menjadi komponen terbesar. Efisiensi berbasis teknologi, termasuk otomatisasi sistem parkir, dinilai menjadi langkah mendesak untuk menekan biaya operasional yang selama ini didominasi oleh pengeluaran SDM. (Far/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya