BPBD DKI Jakarta Peringatkan Dampak El Nino, Waspada Kemarau Panjang dan Risiko Kebakaran

Mohamad Farhan Zhuhri
29/4/2026 16:41
BPBD DKI Jakarta Peringatkan Dampak El Nino, Waspada Kemarau Panjang dan Risiko Kebakaran
ilustrasi musim kemarau.(Antara)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memperingatkan potensi dampak serius dari fenomena El Nino yang mulai menguat.

Kondisi ini berisiko memicu kemarau panjang, peningkatan suhu, hingga penurunan curah hujan yang berdampak langsung pada berbagai sektor, termasuk meningkatnya potensi kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.

Salah satunya dengan memperkuat koordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam memantau perkembangan cuaca serta menyebarluaskan peringatan dini kepada masyarakat.

“Pemantauan kondisi iklim terus dilakukan secara intensif, dan informasi peringatan dini kami distribusikan agar masyarakat dapat melakukan langkah antisipatif sejak dini,” ujarnya dikutip Rabu (29/4).

Di tingkat akar rumput, BPBD juga mengoptimalkan peran kelurahan tangguh bencana serta jejaring relawan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi kekeringan dan dampak turunannya. Sistem layanan darurat pun dipastikan tetap siaga penuh.

“Call center Jakarta Siaga 112 beroperasi 24 jam untuk menerima laporan kejadian darurat secara cepat dan terintegrasi lintas instansi,” ujarnya.

Tak hanya itu, koordinasi lintas dinas turut diperkuat, termasuk dengan Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota guna memastikan kesiapan pasokan air, pengendalian lingkungan, serta respons cepat terhadap potensi bencana.

Seiring meningkatnya risiko kebakaran saat musim kemarau, BPBD bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) juga meningkatkan kewaspadaan di sejumlah titik rawan, terutama kawasan permukiman padat dan lahan kering.

“Masyarakat kami imbau tidak melakukan pembakaran terbuka serta lebih waspada terhadap instalasi listrik dan penggunaan api,” katanya.

BPBD memastikan posko siaga, hidran, hingga armada pemadam dalam kondisi siap operasional. Dukungan suplai air di titik rawan juga telah disiapkan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

Dalam situasi darurat, penanganan akan dilakukan melalui sistem komando terpadu yang melibatkan BPBD, Gulkarmat, aparat wilayah, hingga relawan. (Far/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya