Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi merata di Jawa Tengah, warga diminta waspada bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
Pemantauan Media Indonesia Kamis (29/4) hujan dengan intensitas ringan-sedang mengguyur sebagian besar daerah di Jawa Tengah sejak sore, bahkan jelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang memprediksikan kondisi cuaca semakin memburuk, bahkan cuaca ekstrem berpotensi merata di seluruh daerah di Jawa Tengah pada Rabu (29/4) makam hingga Kamis (30/4) pagi.
Menurut Jafar,56, warga Sayung, Kabupaten Demak banjir muksibkrmbali merendam Jalur Pantura terjadi sejak sore, bagian hugan mengguyur jelang makam menjadikan banjir semakin meningkat. "Sungai sudah meluap dan dikhawatirkan akan semakin tinggi jika intensitas hujan meningkat," tambahnya.
Hal serupa juga diungkapkan Khoris, warga Sayung lainnya, bagian banjir akibat air laut pasang (rob) merendam sejumlah desa dan hingga kini belum ada tanda-tanda surut, sehingga cukup menyulitkan warga yang pulang kerja karena untuk keluar dan naduk desa terpaksa menggunakan sarana transportasi perahu.
"Waspadai bencana hidrometeorologi, karena cuaca ekstrem berpotensi merata di Jawa Tengah hingga Kamis (30/4) pagi," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Haritz Syahid Hakim.
Potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, lanjut Harits Syahid Hakim, merata terjadi hampir di seluruh daerah di Jawa Tengah seperti kawasan pegunungan, dataran tinggi, bagian selatan, Tengah, timur dan barat, Solo Raya serta Pantura, sehingga perlu diwaspadai bencana hidrometeorologi terutama warga berada di lereng bukit dan daerah aliran sungai.
Daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, ungkap Harits Syahid Hakim, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Surakarta, Pekalongan, Tegal, Bumiayu dan Majenang.
Sejumlah daerah lain di Jawa Tengah berpeluang diguyur hujan ringan-sedang, lanjut Harits, Syahid Hakim, angin bertiup dari arah timur laut ke barat daya dengan kecepatan 3-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 14-30 derajat celcius, kelembaban udara berkisar 75-95 persen, ketinggian gelombang di perairan selatan 0,5-3 meter serta di perairan utara 0,1-0,5 meter.(H-2)
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
BMKG memprakirakan seluruh wilayah Jakarta akan diguyur hujan pada Rabu sore. Waspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan dan luapan air.
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir pada siang-sore hingga awal Mei 2026, di tengah suhu panas yang bisa tembus 37°C di sejumlah wilayah.
BMKG memprakirakan Jakarta akan diguyur hujan ringan pada Selasa (28/4). Simak rincian cuaca, suhu, dan kecepatan angin selengkapnya di sini.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
Pemprov Jawa Tengah masih mengkaji penerapan PKB dan BBNKB kendaraan listrik menyusul terbitnya Permendagri No 11 Tahun 2026. Simak penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved