Jawa Tengah Antisipasi Wabah PMK Jelang Idul Adha

Akhmad Safuan
29/4/2026 18:15
Jawa Tengah Antisipasi Wabah PMK Jelang Idul Adha
Vaksinasi ternak di Purwodadi, Kabupaten Grobogan dengan langsung turun dari desa ke desa untuk mengantisipasi wabah PMK.(Dok. MI)

MENJELANG Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kembali muncul di sejumlah wilayah. Sebagai langkah konkret, pemerintah meluncurkan program “Healing”, sebuah inisiatif kesehatan hewan keliling yang fokus pada intensifikasi vaksinasi ternak.

Berdasarkan pemantauan pada Rabu (29/4), kasus gangguan kesehatan hewan akibat PMK di beberapa daerah di Jawa Tengah dilaporkan masih cukup tinggi. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terganggunya ketersediaan dan pemenuhan kebutuhan hewan kurban bagi masyarakat pada perayaan Idul Adha mendatang.

Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat mengimplementasikan program “Healing” di 35 kabupaten/kota. Program ini memberikan layanan komprehensif mulai dari pengobatan, pemberian vaksinasi, hingga pemeriksaan kebuntingan secara gratis guna memastikan kesehatan populasi ternak terjaga.

Kondisi di Daerah: Blora dan Pati Siaga

Di Kabupaten Blora, tercatat masih terdapat puluhan kasus aktif yang memerlukan penanganan serius. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, Rasmiyana, mengonfirmasi upaya penanggulangan terus dilakukan.

"Hingga saat ini, masih tercatat ada 30 kasus PMK pada ternak di daerah ini. Kami berusaha menanggulangi dengan pemberian vaksinasi dan vitamin," ujar Rasmiyana. Ia menambahkan bahwa kewaspadaan ditingkatkan seiring dengan naiknya permintaan sapi, kerbau, dan kambing menjelang Idul Adha.

Langkah serupa diambil oleh Pemerintah Kabupaten Pati. Kepala Bidang Peternakan Kabupaten Pati, Andi Hirawadi, menyatakan pihaknya telah menyalurkan sedikitnya 10 ribu dosis vaksinasi untuk menekan angka kasus. Langkah preventif ini berkaca pada pengalaman wabah PMK yang sempat meluas pada tahun 2025 lalu.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa program “Healing” bukan sekadar antisipasi penyakit, tetapi juga upaya menjaga kontribusi Jawa Tengah terhadap ketahanan pangan nasional. Dengan populasi ternak mencapai 6,3 juta ekor, Jawa Tengah merupakan pemasok utama daging, telur, dan susu di tingkat nasional.

“Kita melakukan pengecekan karena sebentar lagi Idul Adha. Kami tidak ingin ditemukan penyakit-penyakit ternak yang dapat merugikan peternak maupun konsumen,” tegas Ahmad Luthfi.

Secara perhitungan, stok hewan ternak di Jawa Tengah saat ini dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan kurban di 35 kabupaten/kota. Melalui layanan kesehatan hewan keliling ini, pemerintah optimistis produksi ternak tetap stabil dan kualitas hewan kurban yang sampai ke tangan masyarakat terjamin kesehatannya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya