Baznas Pastikan Stok Hewan Kurban di Balai Ternak Lombok Tengah Aman

Despian Nurhidayat
23/4/2026 18:02
Baznas Pastikan Stok Hewan Kurban di Balai Ternak Lombok Tengah Aman
ilustrasi(Baznas)

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memastikan ketersediaan hewan kurban di Balai Ternak Baznas Lombok Tengah dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha 2026. Kepastian ini didapat setelah peninjauan langsung terhadap kualitas hewan ternak yang dikelola oleh para mustahik binaan.

Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, mengunjungi kelompok peternak di Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang, pada Kamis (23/4). Kunjungan ini bertujuan memastikan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dikelola Baznas memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.

“Baznas mendapatkan amanah dari umat melalui ZIS, dan amanah itu dikelola sesuai Undang-Undang untuk kembali kepada umat Islam dan bangsa Indonesia. Salah satu wujud nyatanya adalah di balai ternak ini,” ujar Sodik usai meninjau lokasi.

Kualitas Ternak dan Kesiapan Kurban

Dalam peninjauan tersebut, Sodik mengonfirmasi bahwa hewan ternak di Balai Ternak Lombok Tengah telah memenuhi kriteria layak kurban. Berdasarkan laporan dari para peternak, sapi-sapi yang dikelola sudah siap untuk dipasarkan guna memenuhi kebutuhan ibadah kurban tahun ini.

“Laporan dari peternak, hewan sudah siap dikurbankan dan bisa untuk dijual,” tegasnya memastikan kualitas fisik ternak di hadapan para pengelola.

Data Populasi Balai Ternak Lombok Tengah:
  • Jumlah Peternak: 30 orang mustahik binaan.
  • Total Populasi: 57 ekor sapi Bali.
  • Rincian: 1 ekor pejantan, 29 ekor indukan, dan 27 ekor bakalan jantan.

Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan

Selain fokus pada aspek kurban, Baznas juga mendorong pengembangan kapasitas peternak dalam hal teknis dan manajerial. Para peternak diarahkan untuk menguasai tata cara budidaya modern, termasuk pengolahan limbah ternak menjadi kompos dan biogas untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi desa.

Baznas berharap pola pemberdayaan di Lombok Tengah ini dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain di Indonesia. Melalui ekosistem peternakan yang berkelanjutan, para peternak diharapkan mampu meningkatkan pendapatan mereka secara signifikan hingga bertransformasi dari penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzaki) di masa depan.

Program Balai Ternak ini merupakan bagian dari strategi besar Baznas dalam mengentaskan kemiskinan melalui sektor produktif, sekaligus menjamin suplai hewan kurban yang berkualitas dan sesuai syariat bagi masyarakat luas. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya