Dampak Penyakit Mulut dan Kuku, Penjualan Hewan Kurban di Kendal Turun, Harga Naik

Supardji Rasban
25/4/2026 14:46
Dampak Penyakit Mulut dan Kuku, Penjualan Hewan Kurban di Kendal Turun, Harga Naik
Ilustrasi(MI/SUPARDJI RASBAN)

MENJELANG Idul AdhaIdul/Idul Kurban, aktivitas jual beli hewan kurban di sejumlah daerah mulai menggeliat. Di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, para pedagang mengaku mulai diserbu pembeli meski harga hewan kurban mengalami kenaikan

Salah satu penjual sapi kurban di Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel, Abas Komarudin, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah pembeli mulai terasa dalam beberapa pekan terakhir. Namun, dibandingkan tahun lalu, penjualan justru mengalami sedikit penurunan akibat dampak penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat menyerang ternak.

“Untuk tahun ini memang ada penurunan Pasokan dibanding tahun lalu, tapi harga justru naik sekitar 15 persen,” ujar Abas
di kandangnya, Sabtu (25/4/2025).

Abas menyebut saat ini ia memiliki stok 50 ekor sapi dengan harga bervariasi, mulai dari Rp23 juta hingga Rp30 juta per ekor. Kenaikan harga tersebut jdipicu oleh terbatasnya pasokan sapi sehat di pasaran.

Abas memastikan seluruh sapi yang dijual dalam kondisi sehat dan dirawat secara alami, dengan pakan rumput tanpa campuran bahan tambahan seperti bekatul atau ampas tahu.

Selain berprofesi sebagai pedagang, Abas juga dikenal sebagai anggota DPRD Kendal dari Partai Kebangkitan Bangsa/PKB.

Salah satu pembeli, Samiyo Puspito, warga Desa Brangsong yang juga panitia kurban Mushola Baitul Muslimin, mengaku membeli tiga ekor sapi dengan harga sekitar Rp26,5 juta per ekor.

“Sudah tiga kali kami beli di sini, dan sapinya selalu sehat,” kata Samiyo.

Menurut Samiyo setiap tahun musholanya rutin menyembelih antara tiga hingga enam ekor sapi serta beberapa kambing. Untuk meringankan biaya, pembelian sapi biasanya dilakukan secara patungan oleh tujuh orang.

Samiyo berharap, pada perayaan Idul Adha tahun ini semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam berkurban. Selain sebagai bentuk ibadah, jurban juga menjadi sarana berbagi bagi masyarakat yang jarang mengonsumsi daging.

“Semoga tahun ini yang berqurban semakin banyak, sehingga lebih banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” pungkas Samiyo. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya