Keamanan Hilton Washington Disorot Usai Penembakan di Acara Donald Trump

Thalatie K Yani
27/4/2026 04:25
Keamanan Hilton Washington Disorot Usai Penembakan di Acara Donald Trump
Pengamanan hotel tempat acara dipertanyakan.(AFP)

KEAMANAN Washington Hilton kini berada di bawah pengawasan ketat setelah insiden penembakan yang terjadi dalam acara White House Correspondents' Association dinner, Sabtu (25/4) malam. Meski Presiden Donald Trump berhasil dievakuasi tanpa luka, muncul pertanyaan besar mengenai bagaimana seorang pria bersenjata bisa berada begitu dekat dengan orang nomor satu di Amerika Serikat tersebut.

Insiden ini menandai ketiga kalinya Trump menjadi sasaran upaya pembunuhan dalam kurun waktu singkat. "Saya tidak bisa membayangkan ada profesi lain yang lebih berbahaya," ujar Trump menanggapi risiko pekerjaannya hanya beberapa jam setelah kejadian.

Kritik Terhadap Protokol Pemeriksaan Hotel

Sorotan utama tertuju pada longgarnya penyaringan tamu di hotel yang saat itu menampung jajaran politisi, diplomat, dan jurnalis paling berpengaruh di dunia. Gary O'Donoghue, koresponden BBC yang hadir di lokasi, mengungkapkan meskipun jalanan di sekitar hotel ditutup, pengamanan di dalam area hotel terasa kurang maksimal.

"Petugas di pintu luar hanya melihat tiket saya sepintas dari jarak sekitar dua meter," tulisnya. Selain itu, tiket acara hanya mencantumkan nomor meja tanpa nama tamu, dan pemeriksaan identitas (KTP/Paspor) sama sekali tidak dilakukan terhadap mereka yang memasuki hotel.

Diketahui, pelaku yang diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, 31, merupakan tamu yang menginap di hotel tersebut. Meskipun hotel telah dinyatakan tertutup untuk umum beberapa jam sebelum acara, akses tetap terbuka bagi tamu yang menginap, yang kemudian dimanfaatkan pelaku untuk membawa senjata api dan pisau ke dalam gedung.

Detik-Detik Penembakan di Titik Pemeriksaan

Berdasarkan rekaman CCTV yang dibagikan Trump, pelaku terlihat menerjang salah satu pos pemeriksaan keamanan di lantai atas ruang dansa (ballroom) sebelum agen Secret Service melepaskan tembakan. Adu tembak sempat terjadi sebelum Allen akhirnya berhasil dilumpuhkan.

Mantan Duta Besar Inggris untuk Washington, Kim Darroch, mengkritik keras pengaturan ini.

"Jika Anda berada di sana [sebagai tamu hotel] dan memiliki niat buruk untuk menerobos makan malam ini, hanya ada satu pos keamanan yang harus Anda lalui... dan setelah itu Anda sudah berada di ruang dansa," ujarnya kepada BBC.

Trump sendiri turut mengamini kerawanan lokasi tersebut dengan menyebut Hilton sebagai "bangunan yang tidak terlalu aman." Ia menggunakan momen ini untuk mendorong pembangunan ruang dansa baru di Gedung Putih yang diklaimnya lebih terlindungi dan tahan peluru.

Pembelaan dari Pakar Keamanan

Di sisi lain, sejumlah pakar penegakan hukum menilai fakta pelaku gagal menembus hingga ke dalam ruang utama adalah bukti bahwa sistem keamanan berlapis sebenarnya bekerja. Mantan agen khusus FBI, Jeff Kroeger, menyatakan Secret Service telah melakukan tugasnya sesuai pelatihan dengan langsung membentuk "barikade manusia" di sekitar Presiden saat tembakan terdengar.

Meski demikian, para ahli memprediksi akan ada perubahan drastis dalam protokol pengamanan acara kepresidenan di masa mendatang, termasuk perluasan radius perimeter aman untuk mencegah terulangnya insiden serupa di tengah meningkatnya tensi kekerasan politik di Amerika Serikat. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya