Cole Tomas Allen Didakwa Percobaan Pembunuhan Trump

Thalatie K Yani
28/4/2026 07:16
Cole Tomas Allen Didakwa Percobaan Pembunuhan Trump
Direktur FBI Kash Patel berbicara sementara Jaksa Agung AS untuk Distrik Columbia Jeanine Pirro dan Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche mendengarkan pada konferensi pers di Departemen Kehakiman pada 27 April 2026 di Washington, DC.(AFP)

PRIA asal California, Cole Tomas Allen, 31, resmi didakwa atas percobaan pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Insiden yang terjadi dalam acara makan malam koresponden Gedung Putih pada Sabtu (25/4) malam lalu ini memicu peninjauan besar-besaran terhadap protokol keamanan presiden.

Dalam persidangan di Washington DC pada Senin (27/4/2026), Allen juga menghadapi dua dakwaan terkait kepemilikan senjata api. Mengenakan baju tahanan biru, tersangka tampak tenang dan menjawab pertanyaan hakim dengan singkat saat memberikan keterangan mengenai latar belakang pendidikan masternya.

Kronologi Serangan di Washington Hilton

Jaksa menyatakan Allen menerobos pos pemeriksaan keamanan di Hotel Washington Hilton dengan membawa gudang senjata, termasuk pistol semi-otomatis, senapan pump-action, dan tiga bilah pisau. Ia menyerbu melalui pos keamanan satu lantai di atas ruang utama tempat Presiden Trump dan Wakil Presiden JD Vance berada.

Seorang agen Secret Service tertembak di bagian dada saat mencoba menghentikan tersangka. Beruntung, rompi antipeluru yang dikenakan berfungsi dengan baik sehingga agen tersebut tidak terluka parah.

"Petugas heroik yang terkena tembakan ini membalas dengan melepaskan lima tembakan ke arah Allen. Tersangka tidak tertembak, namun terjatuh ke tanah dan segera ditangkap," ujar Plt. Jaksa Agung Todd Blanche dalam konferensi pers.

Incar Jajaran Kabinet Tinggi

Motif serangan mulai terkuak melalui dokumen persidangan. Jaksa Wilayah Washington, Jeanine Pirro, mengungkapkan bahwa Allen mengirimkan pesan kepada keluarganya sebelum serangan, yang menyatakan niatnya untuk menjatuhkan sebanyak mungkin pejabat tinggi kabinet.

"Pejabat administrasi... adalah target, diprioritaskan dari pangkat tertinggi hingga terendah," tulis Allen dalam pesan tersebut sebagaimana tercantum dalam dokumen pengadilan. Ia juga menambahkan, "Saya akan tetap melewati siapa pun di sini untuk mencapai target jika itu benar-benar diperlukan."

Penyelidikan menunjukkan Allen menempuh perjalanan panjang lintas negara bagian dari Los Angeles menuju Chicago, hingga akhirnya tiba di Washington sehari sebelum acara gala dimulai. Rekam jejaknya menunjukkan ia merupakan lulusan lembaga bergengsi California Institute of Technology (Caltech).

Evaluasi Keamanan Gedung Putih

Insiden ini memicu pertanyaan publik mengenai kekuatan barikade keamanan di Washington Hilton. Banyak pihak mempertanyakan mengapa identitas pengunjung tidak diperiksa secara ketat dan mengapa seluruh pejabat tinggi negara berada di satu titik yang sama.

Meski demikian, pihak berwenang menegaskan pengamanan tidak gagal karena tersangka masih berada satu lantai jauhnya dari presiden dengan ratusan agen federal sebagai pembatas.

Menanggapi kejadian ini, Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles dijadwalkan mengadakan pertemuan pekan ini guna membahas praktik protokol untuk acara-acara besar. Sementara itu, Trump tetap memberikan jaminan keamanan bagi kunjungan kenegaraan Raja Charles III yang dimulai pekan ini, serta menegaskan kesiapannya untuk menghadiri penjadwalan ulang acara makan malam koresponden tersebut dalam waktu dekat. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya