Trump Siap Buka Blokade Selat Hormuz asal Ada Perkembangan Positif

Media Indonesia
24/4/2026 09:05
Trump Siap Buka Blokade Selat Hormuz asal Ada Perkembangan Positif
Donald Trump.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Washington siap membuka kembali akses di Selat Hormuz. Namun, Trump menegaskan langkah tersebut hanya akan diambil jika tercapai kesepakatan formal atau terdapat perkembangan yang dinilai sangat positif dalam hubungan diplomatik dengan Iran.

"Kami memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz dan akan dibuka jika mereka mencapai kesepakatan atau terjadi perkembangan yang sangat positif," ujar Trump kepada awak media pada Kamis (23/4) waktu setempat.

Trump menyoroti aspek ekonomi di balik blokade tersebut. Ia mengeklaim bahwa Iran berpotensi meraup pendapatan hingga US$500 juta AS (sekitar Rp8,7 triliun) per hari jika jalur pelayaran strategis tersebut dibuka kembali. Washington menegaskan tidak akan membiarkan aliran dana tersebut mengalir ke Teheran sebelum kesepakatan baru tercapai.

Kronologi Ketegangan dan Blokade

Situasi di kawasan Teluk terus memanas menyusul serangkaian peristiwa militer dan diplomatik sejak awal tahun:

  • 28 Februari 2026: Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Iran yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil.
  • 7 April 2026: Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu.
  • Pertengahan April: Pembicaraan damai yang dimediasi di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa membuahkan hasil atau kesepakatan konkret.
  • 21 April 2026: Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata, tetapi tetap melanjutkan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan Iran dan Selat Hormuz.
Konteks Strategis:
Selat Hormuz merupakan jalur urat nadi perdagangan minyak dunia. Blokade yang dilakukan AS saat ini merupakan bagian dari tekanan ekonomi maksimum terhadap Teheran setelah kegagalan negosiasi di Islamabad.

Hingga saat ini, meskipun blokade laut terus berlangsung, belum ada pengumuman resmi mengenai dimulainya kembali permusuhan bersenjata secara terbuka. Washington tampaknya masih memberikan ruang bagi jalur diplomasi, meski dengan syarat-syarat ketat yang harus dipenuhi oleh pihak Iran. (Sputnik /Ant/I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya