Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM diskusi mendalam mengenai eskalasi krisis di Timur Tengah di The Chris Hedges YouTube Channel, pakar ilmu politik terkemuka dari Universitas Chicago Profesor John Mearsheimer memberikan analisis tajam mengenai posisi Amerika Serikat yang kian terjepit. Menurutnya, pemerintahan Donald Trump kini menghadapi realitas pahit.
Iran dinilai memegang kendali strategis, terutama melalui penguasaan atas Selat Hormuz. Berikut rangkuman diskusi tersebut.
Mearsheimer berpendapat bahwa upaya AS untuk menaiki tangga eskalasi melawan Iran merupakan strategi yang sia-sia. Ia menegaskan bahwa Iran justru berada dalam posisi diuntungkan jika konflik berlarut-larut. Semakin sedikit minyak yang keluar dari Teluk Persia, semakin besar tekanan ekonomi yang akan menghantam dunia, yang pada akhirnya memaksa AS untuk berkompromi.
Poin-poin utama dari analisis Mearsheimer meliputi:
Salah satu hambatan terbesar bagi terciptanya perdamaian yang bermakna, menurut penulis buku The Israel Lobby and U.S. Foreign Policy itu, yakni pengaruh kuat lobi pro-Israel di Washington. Meskipun diskursus publik di AS mulai terbuka dalam mengkritik Israel, pada level kebijakan, lobi tersebut masih memiliki cengkeraman maut terhadap pemerintahan Trump.
Israel, di bawah pemerintahan Netanyahu, dinilai tidak memiliki kepentingan untuk menyelesaikan perang. Sebaliknya, mereka ingin melihat Iran dikalahkan secara telak. Tujuan ini menurut Mearsheimer hampir mustahil dicapai tanpa menyeret AS ke dalam perang besar yang merusak ekonomi dunia.
Menanggapi pertanyaan apakah ini merupakan Momen Suez bagi Amerika Serikat--merujuk pada krisis tahun 1956 yang menandai berakhirnya status Inggris sebagai kekuatan utama dunia--Mearsheimer memberikan pandangan berbeda. Ia menyatakan bahwa AS tetaplah negara yang sangat kuat secara militer dan ekonomi (multipolar), berbeda dengan Inggris yang memang sedang mengalami penurunan kekuatan saat itu.
Masalah utama Amerika saat ini bukanlah kehilangan kekuatan, melainkan ketidakmampuan para pemimpinnya, baik di era Biden maupun Trump, untuk menggunakan kekuatan tersebut secara cerdas dan bertanggung jawab. "Kita berperilaku dengan cara yang sangat bodoh," pungkas Mearsheimer, merujuk pada pengabaian hukum internasional dan institusi global yang justru memperburuk stabilitas kawasan.
Dengan berakhirnya gencatan senjata yang rapuh, dunia kini menanti apakah Washington akan memilih jalur diplomasi yang pahit dengan Iran atau terus ditekan oleh kepentingan lobi untuk melakukan eskalasi yang berisiko memicu keruntuhan ekonomi global. (I-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
IMO melaporkan 29 serangan kapal sipil di Teluk Persia. Sebanyak 20.000 pelaut terjebak di tengah ketegangan Iran, AS, dan Israel.
Harga Bitcoin (BTC) menguat ke US$79.500 didorong arus masuk ETF US$250 juta. Simak analisis Indodax terkait dampak ketegangan AS-Iran terhadap kripto.
Nilai tukar rupiah berada di level 17.280 per dolar AS pada Jumat (24/4). Simak analisis dampak ketegangan AS-Iran dan data PMI AS terhadap rupiah.
Presiden AS Donald Trump menegaskan ambisinya untuk mencapai kesepakatan abadi dengan Iran guna memastikan Teheran tidak pernah memiliki senjata nuklir.
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Mantan Direktur FBI James Comey menghadapi dakwaan pidana atas dugaan ancaman terhadap Presiden Donald Trump lewat unggahan media sosial.
FCC memerintahkan peninjauan ulang lisensi siaran TV Disney menyusul desakan Presiden Donald Trump untuk memecat Jimmy Kimmel pasca insiden percobaan pembunuhan.
Gedung Putih mengunggah foto Raja Charles III dan Donald Trump dengan takarir "Dua Raja".
Raja Charles III dan Donald Trump melakukan pertukaran kado simbolis dalam kunjungan kenegaraan ke AS. Dari desain Resolute Desk hingga surat bersejarah John Adams.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved