Iran Tolak Gencatan Senjata Sementara, Dorong Penghentian Total Konflik Timur Tengah

Putri Anisa Yuliani
18/4/2026 01:37
Iran Tolak Gencatan Senjata Sementara, Dorong Penghentian Total Konflik Timur Tengah
Ilustrasi(Dok Freepik)

PEMERINTAH Iran kembali menegaskan sikapnya terkait konflik di Timur Tengah. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, menyatakan bahwa Teheran tidak mendukung gencatan senjata yang bersifat sementara, melainkan menginginkan penghentian konflik secara menyeluruh di kawasan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Khatibzadeh saat menghadiri Forum Diplomasi Antalya pada Jumat (17/4). Ia menekankan bahwa setiap upaya gencatan senjata harus mencakup seluruh wilayah konflik, mulai dari Libanon hingga Laut Merah.

"Kami tidak menerima gencatan senjata sementara," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa siklus konflik di kawasan harus diakhiri secara permanen. Dalam konteks tersebut, Iran menyambut upaya mediasi yang dilakukan Pakistan sebagai langkah menuju penyelesaian jangka panjang.

Selat Hormuz Tetap Terbuka

Terkait Selat Hormuz, Khatibzadeh menjelaskan bahwa jalur strategis tersebut secara historis tetap terbuka dan dapat diakses, meskipun berada dalam wilayah Iran. Ia menambahkan bahwa negaranya berkomitmen menjaga akses tersebut demi kepentingan perdagangan global.

Namun, Iran juga membuka kemungkinan penerapan kebijakan baru terkait Selat Hormuz, dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan lingkungan. Menurutnya, solusi damai yang permanen akan memastikan jalur tersebut tetap aman bagi aktivitas ekonomi internasional.

Dalam pernyataannya, Khatibzadeh turut menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang berkontribusi terhadap ketidakstabilan di kawasan. Ia menilai langkah-langkah kedua negara tersebut telah memberikan dampak negatif terhadap perdagangan global serta kondisi ekonomi dunia.

Sementara itu, Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, diketahui tengah berada di Teheran sejak Rabu (15/4). Ia melakukan serangkaian pertemuan dengan pejabat tinggi Iran, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf, serta Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Selain itu, Munir juga berdiskusi dengan jajaran militer senior Iran dalam rangka mendukung upaya mediasi untuk menghentikan konflik yang berlangsung.

Sebelumnya, pada 8 April, Pakistan menjadi tuan rumah perundingan antara Iran dan Amerika Serikat. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan, menyusul serangan militer yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya