Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Iran kembali menegaskan sikapnya terkait konflik di Timur Tengah. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, menyatakan bahwa Teheran tidak mendukung gencatan senjata yang bersifat sementara, melainkan menginginkan penghentian konflik secara menyeluruh di kawasan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Khatibzadeh saat menghadiri Forum Diplomasi Antalya pada Jumat (17/4). Ia menekankan bahwa setiap upaya gencatan senjata harus mencakup seluruh wilayah konflik, mulai dari Libanon hingga Laut Merah.
"Kami tidak menerima gencatan senjata sementara," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa siklus konflik di kawasan harus diakhiri secara permanen. Dalam konteks tersebut, Iran menyambut upaya mediasi yang dilakukan Pakistan sebagai langkah menuju penyelesaian jangka panjang.
Terkait Selat Hormuz, Khatibzadeh menjelaskan bahwa jalur strategis tersebut secara historis tetap terbuka dan dapat diakses, meskipun berada dalam wilayah Iran. Ia menambahkan bahwa negaranya berkomitmen menjaga akses tersebut demi kepentingan perdagangan global.
Namun, Iran juga membuka kemungkinan penerapan kebijakan baru terkait Selat Hormuz, dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan lingkungan. Menurutnya, solusi damai yang permanen akan memastikan jalur tersebut tetap aman bagi aktivitas ekonomi internasional.
Dalam pernyataannya, Khatibzadeh turut menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang berkontribusi terhadap ketidakstabilan di kawasan. Ia menilai langkah-langkah kedua negara tersebut telah memberikan dampak negatif terhadap perdagangan global serta kondisi ekonomi dunia.
Sementara itu, Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, diketahui tengah berada di Teheran sejak Rabu (15/4). Ia melakukan serangkaian pertemuan dengan pejabat tinggi Iran, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf, serta Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Selain itu, Munir juga berdiskusi dengan jajaran militer senior Iran dalam rangka mendukung upaya mediasi untuk menghentikan konflik yang berlangsung.
Sebelumnya, pada 8 April, Pakistan menjadi tuan rumah perundingan antara Iran dan Amerika Serikat. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan, menyusul serangan militer yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu. (Ant/E-4)
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan tetap melanjutkan kunjungannya ke Pakistan pada Minggu (26/4).
PROSPEK tercapainya terobosan diplomatik dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kian memudar.
Pentagon mengumumkan pengunduran diri Sekretaris Angkatan Laut AS John Phelan secara mendadak. Langkah ini memperpanjang daftar "pembersihan" pejabat militer era Trump.
MENTERI Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyerukan agar Amerika Serikat dan Iran mempertimbangkan perpanjangan masa gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/4).
Paus Leo mengklarifikasi pidatonya tentang biaya perang yang dianggap menyindir Donald Trump. Simak penjelasannya saat melakukan kunjungan ke Afrika.
PRESIDEN Donald Trump menyatakan bahwa proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih terus berlangsung dan menunjukkan kemajuan positif.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved