PM Australia Bantah AS Minta Dukungan Tambahan di Selat Hormuz

Media Indonesia
17/4/2026 23:00
PM Australia Bantah AS Minta Dukungan Tambahan di Selat Hormuz
Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese (kanan) memeriksa pasukan saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Jakarta, Kamis (15/5/2025).(Antara)

PERDANA Menteri Australia, Anthony Albanese, menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak pernah meminta tambahan bantuan dari Canberra terkait operasi Pentagon di kawasan Selat Hormuz.

“Tidak ada permintaan baru sama sekali. Dan bahkan, Presiden (AS) Donald Trump sendiri telah mengatakan bahwa ia bisa menanganinya dan telah menyampaikan posisi tersebut dengan jelas. Tidak ada perubahan dari pihak Australia,” ujar Albanese kepada awak media saat berada di sebuah kilang minyak di Geelong yang mengalami kerusakan akibat kebakaran pada Jumat (17/4).

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengkritik sejumlah sekutu Amerika Serikat, termasuk negara anggota NATO, karena dinilai kurang memberikan dukungan dalam operasi yang berkaitan dengan Iran.

Di sisi lain, Teheran dilaporkan telah membatasi akses di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia, sejak pecahnya konflik AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari.

Amerika Serikat juga disebut telah memberlakukan blokade laut terhadap sejumlah pelabuhan di Iran sejak Senin.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Australia Richard Marles sebelumnya menekankan bahwa Australia memiliki kepentingan besar untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, mengingat gangguan di wilayah tersebut dapat memengaruhi pasokan energi global.

Hingga kini, pemerintah Australia belum mengonfirmasi laporan terkait kemungkinan pengerahan pasukan ke Timur Tengah. Para pejabat juga menyatakan tidak akan memberikan komentar mengenai pergerakan pasukan khusus. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya