JD Vance Pimpin kembali Negosiasi AS-Iran, Dua Hari lagi di Pakistan

Media Indonesia
15/4/2026 09:21
JD Vance Pimpin kembali Negosiasi AS-Iran, Dua Hari lagi di Pakistan
JD Vance.(Al Jazeera)

WAKIL Presiden Amerika Serikat, JD Vance, dikabarkan kemungkinan besar akan kembali memimpin delegasi Amerika Serikat dalam putaran kedua negosiasi dengan Iran. Laporan dari media CNN menyebutkan bahwa Vance dipersiapkan untuk memimpin dialog lanjutan jika pertemuan tersebut terealisasi dalam waktu dekat.

Presiden Donald Trump pada Selasa (14/4) memberikan sinyal positif mengenai kelanjutan upaya diplomasi ini. Trump menyatakan bahwa putaran berikutnya dari negosiasi antara Washington dan Teheran dapat berlangsung dalam dua hari ke depan dengan Pakistan sebagai lokasi pertemuan.

Kronologi Eskalasi dan Kegagalan Dialog Islamabad

Rencana negosiasi ulang ini muncul di tengah situasi keamanan yang sangat rapuh. Ketegangan memuncak sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, yang memicu kerusakan signifikan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Upaya deeskalasi sempat diupayakan pada Sabtu (11/4) di Islamabad, Pakistan. Pertemuan tersebut terjadi setelah Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan. Namun, harapan tersebut sirna pada Minggu (12/4) pagi saat Wapres JD Vance menyatakan bahwa perundingan gagal mencapai kesepakatan dan delegasi AS pulang tanpa hasil.

Blokade Selat Hormuz dan Tekanan Ekonomi

Menyusul kegagalan dialog di Islamabad, Presiden Trump mengambil langkah agresif dengan memerintahkan blokade total terhadap Selat Hormuz. Trump menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk mengejar dan mencegat kapal-kapal yang membayar biaya transit kepada pihak Iran untuk melewati jalur maritim strategis tersebut.

Status Operasional: Blokade Selat Hormuz telah dikonfirmasi mulai berlaku sejak Senin (13/4) pukul 14:00 GMT atau pukul 21:00 WIB.

Meskipun blokade militer telah berjalan, rencana pengiriman kembali JD Vance ke meja perundingan menunjukkan bahwa Washington masih membuka celah diplomasi di tengah tekanan militer yang maksimal. Pakistan kembali dipilih menjadi mediator potensial untuk mempertemukan kedua belah pihak guna mencegah konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.

Hingga saat ini, pihak Teheran belum memberikan pernyataan resmi terkait kesediaan mereka untuk kembali ke meja perundingan di bawah bayang-bayang blokade ekonomi dan militer AS di Selat Hormuz. (Sputnik/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya