Cek Fakta: Benarkah Donald Trump Mengancam Paus Leo XIV?

Wisnu Arto Subari
13/4/2026 10:07
Cek Fakta: Benarkah Donald Trump Mengancam Paus Leo XIV?
Paus Leo XIV.(Al Jazeera)

HUBUNGAN antara Takhta Suci dan Gedung Putih kembali menjadi sorotan publik. Muncul pertanyaan besar di jagat maya: Apakah Presiden Donald Trump benar-benar melontarkan ancaman terhadap Paus Leo XIV setelah sang Pontifex memberikan kritik terhadap kebijakan administrasinya?

Konteks Rumor: Laporan The Free Press

Isu ini mencuat setelah laporan dari The Free Press pada 6 April 2026 yang menyebutkan adanya pertemuan tegang antara pejabat Pentagon dengan Kardinal Christophe Pierre pada Januari lalu. Kardinal Pierre merupakan duta besar Takhta Suci untuk Amerika Serikat yang menjabat hingga Maret 2026.

Laporan tersebut, yang mengutip sumber anonim dari pejabat Vatikan, mengklaim bahwa pertemuan itu berisi ceramah pahit yang memperingatkan bahwa Amerika Serikat memiliki kekuatan militer untuk melakukan apa pun yang diinginkannya, dan menyarankan agar Gereja Katolik sebaiknya berpihak pada AS.

Fakta di Balik Pertemuan Pentagon dan Vatikan

Berdasarkan penelusuran fakta, berikut adalah poin-poin utama yang perlu diketahui:

  • Konfirmasi Pertemuan: Pentagon dan Nunciature Apostolik (Kedutaan Besar Vatikan) mengonfirmasi bahwa pertemuan antara Kardinal Pierre dan pejabat Pentagon memang terjadi pada Januari 2026.
  • Bantahan Pentagon: Juru bicara Pentagon menyatakan bahwa laporan mengenai adanya ancaman tersebut adalah narasi yang berlebihan dan menyimpang.
  • Respons Vatikan: Sekretariat Nunciature Apostolik menyatakan bahwa pertemuan dengan pejabat pemerintah adalah hal yang standar dalam diplomasi dan mereka menghargai kesempatan untuk mendiskusikan isu-isu bersama.
  • Status Ancaman: Tidak ada bukti langsung bahwa Presiden Donald Trump secara pribadi atau melalui instruksi resmi mengancam Paus Leo XIV.

Catatan Redaksi: Paus Leo XIV, yang sebelumnya dikenal sebagai Kardinal Robert Prevost dari Amerika Serikat, terpilih pada Mei 2025. Ia baru-baru ini memberikan pernyataan kepada media terkait konflik AS-Israel dengan Iran saat meninggalkan kediaman kepausan di Castel Gandolfo pada 7 April 2026.

Tanggapan Wakil Presiden JD Vance

Wakil Presiden JD Vance, yang merupakan seorang mualaf Katolik, turut memberikan komentar saat berada di Budapest pada 8 April 2026. Terkait laporan The Free Press, Vance bersikap hati-hati.

"Saya ingin berbicara langsung dengan Kardinal Christophe Pierre dan orang-orang kami untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," ujar Vance. Ia menambahkan bahwa memberikan opini berdasarkan cerita yang belum terkonfirmasi dan belum dikuatkan oleh bukti adalah ide yang buruk.

Kesimpulan

Hingga saat ini, klaim bahwa Donald Trump mengancam Paus Leo XIV tidak terbukti secara langsung. Meskipun pertemuan antara diplomat Vatikan dan pejabat militer AS benar-benar terjadi, narasi mengenai ancaman militer masih bersifat spekulatif dan dibantah oleh pihak Pentagon sebagai informasi yang terdistorsi.

Hubungan antara kedua pemimpin negara ini memang diwarnai perbedaan pandangan mengenai kebijakan luar negeri. Namun jalur diplomasi resmi tetap dikedepankan oleh kedua belah pihak. (USA Today/I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya