Survei YouGov: 70 Persen Warga AS Khawatir Konflik dengan Iran

Media Indonesia
13/4/2026 08:00
Survei YouGov: 70 Persen Warga AS Khawatir Konflik dengan Iran
Donald Trump.(Al Jazeera)

MAYORITAS warga Amerika Serikat mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas eskalasi konflik antara AS dan Iran. Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis oleh YouGov bersama CBS News pada Minggu (12/4), hampir 70 persen responden merasa cemas terhadap situasi keamanan di Timur Tengah.

Data survei menunjukkan sebanyak 68 persen responden memilih kata khawatir untuk menggambarkan perasaan mereka saat ini. Selain itu, 57 persen mengaku merasa tertekan dan 54 persen menyatakan kemarahan atas perkembangan konflik yang terjadi.

Sentimen Negatif terhadap Penanganan Konflik

Survei tersebut juga memotret pesimisme publik terhadap dampak konflik bagi kepentingan nasional. Sebanyak 59 persen warga menilai konflik berjalan agak buruk atau sangat buruk bagi Amerika Serikat, angka ini mengalami kenaikan dua poin dibandingkan hasil survei pada 22 Maret lalu.

Ketidakpercayaan publik juga menyasar pada strategi pemerintah. Sebanyak 62 persen responden menilai Presiden Donald Trump tidak memiliki rencana yang jelas terkait konflik tersebut. Sementara itu, 66 persen warga menyebut pemerintah belum memberikan penjelasan transparan mengenai tujuan militer yang ingin dicapai.

Reaksi terhadap Pernyataan Trump: Ancaman Trump untuk menghancurkan peradaban Iran yang diunggah di platform Truth Social pada 7 April lalu menuai reaksi negatif. Sebanyak 59 persen responden menilai pernyataan tersebut buruk dengan 47 persen di antaranya menyatakan sangat tidak menyukai retorika tersebut.

Kinerja Presiden dan Eskalasi Militer

Secara keseluruhan, tingkat ketidaksetujuan publik terhadap cara Trump menangani situasi dengan Iran mencapai 64 persen, naik dua poin dari survei sebelumnya. Selain itu, 61 persen responden memberikan penilaian negatif secara umum terhadap kinerja sang presiden.

Ketegangan ini memuncak sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang dilaporkan menimbulkan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Meski situasi sempat berada di titik kritis, pada Selasa lalu, Presiden Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan pihak Iran sebagai upaya deeskalasi sementara.

Survei YouGov/CBS News ini dilakukan pada periode 8-10 April terhadap 2.387 orang dewasa di Amerika Serikat, dengan margin kesalahan (margin of error) sebesar 2,4 poin persentase. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya