Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KANTOR Presiden Iran memberikan pernyataan pada Minggu (5/4), bahwa Selat Hormuz hanya akan dibuka kembali untuk pelayaran internasional jika pendapatan transit digunakan untuk mengganti kerugian akibat perang.
Wakil Bidang Komunikasi dan Informasi Kantor Presiden Iran, Mehdi Tabatabai, menegaskan posisi Teheran melalui platform media sosial X. Ia menyebut pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut sangat bergantung pada kompensasi atas kerusakan yang diderita negaranya.
“Selat Hormuz akan dibuka kembali hanya jika sebagian pendapatan transit digunakan untuk mengompensasi seluruh kerusakan akibat perang yang dipaksakan,” tulis Tabatabai dalam pernyataannya.
Dalam unggahan yang sama, Tabatabai melontarkan kritik keras kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Ia menilai pernyataan-pernyataan Trump belakangan ini merupakan bentuk keputusasaan dan kemarahan yang tidak berdasar.
Tabatabai menuduh Trump sebagai aktor di balik perang skala penuh yang kini melanda kawasan Timur Tengah. "Trump melontarkan hinaan dan pernyataan tidak masuk akal karena putus asa dan marah, serta tetap membanggakan perang skala penuh yang ia mulai di kawasan ini," tegasnya.
Situasi di Timur Tengah berada dalam status siaga tinggi sejak serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan masif tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai bentuk pertahanan diri, Teheran membalas dengan meluncurkan gelombang drone dan rudal yang menargetkan Israel. Serangan balasan ini juga menyasar wilayah Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Buntut dari eskalasi ini, Iran mengambil langkah strategis dengan membatasi pergerakan kapal melalui Selat Hormuz, jalur yang menjadi nadi utama pasokan minyak dunia. Penutupan atau pembatasan di jalur ini dikhawatirkan akan memicu krisis energi global.
(Ant/Anadolu/P-4)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan tetap melanjutkan kunjungannya ke Pakistan pada Minggu (26/4).
PROSPEK tercapainya terobosan diplomatik dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kian memudar.
Pentagon mengumumkan pengunduran diri Sekretaris Angkatan Laut AS John Phelan secara mendadak. Langkah ini memperpanjang daftar "pembersihan" pejabat militer era Trump.
MENTERI Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyerukan agar Amerika Serikat dan Iran mempertimbangkan perpanjangan masa gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/4).
Paus Leo mengklarifikasi pidatonya tentang biaya perang yang dianggap menyindir Donald Trump. Simak penjelasannya saat melakukan kunjungan ke Afrika.
PRESIDEN Donald Trump menyatakan bahwa proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih terus berlangsung dan menunjukkan kemajuan positif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved