Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH seorang senator senior Amerika Serikat (AS) memperingatkan perang yang dilancarkan Washington dan Tel Aviv terhadap Iran, mendorong Timur Tengah ke dalam krisis yang semakin berbahaya.
Senator dari Partai Demokrat, Chris Murphy, menilai Presiden Donald Trump telah kehilangan kendali atas konflik yang kini meluas di kawasan.
Pernyataan itu disampaikan Murphy melalui serangkaian unggahan di platform X. Ia menyebut perang tersebut telah menjerumuskan kawasan ke dalam spiral kekerasan yang sulit dikendalikan.
"Sekarang sudah sangat jelas Trump telah kehilangan kendali atas perang ini. Dia salah menilai kemampuan Iran untuk membalas. Kawasan itu terbakar," tulis Murphy dikutip middleeasteye, Minggu (15/3).
Menurutnya, krisis pertama berpusat di Selat Hormuz, jalur pelayaran sempit yang dilalui lebih dari 20% pasokan minyak dan gas dunia. Murphy menilai Washington meremehkan kemampuan Iran untuk mengganggu jalur vital tersebut.
"Trump percaya Iran tidak akan menutup Selat Hormuz. Ia salah. Dan sekarang harga minyak melonjak," ujarnya.
Murphy menambahkan penggunaan drone, kapal cepat, dan ranjau laut oleh Iran membuat perairan itu sangat sulit diamankan.
Senjata-senjata tersebut, katanya, tidak dapat dihilangkan. Jumlahnya terlalu banyak, terlalu tersebar, dan tersembunyi, sehingga pengawalan kapal tanker berisiko tinggi bagi Angkatan Laut AS.
Krisis kedua, lanjut Murphy, berkaitan dengan meningkatnya peran drone dalam peperangan modern. Ia menilai Iran mampu menyerang fasilitas energi di kawasan secara berkelanjutan karena memiliki persediaan drone murah dalam jumlah besar.
"Iran dapat menyerang lokasi minyak di wilayah tersebut tanpa batas waktu karena mereka memiliki begitu banyak drone murah yang dipersenjatai," tulisnya.
Murphy juga merujuk pada dampak perang di Ukraina sebagai bukti perubahan karakter konflik modern.
"Jika Trump memperhatikan Perang Ukraina, ia akan menyadari bagaimana peperangan telah berubah. Tetapi ia tidak melakukannya. Dan ia melakukan kesalahan," tambahnya.
Di saat yang sama, sistem pertahanan udara di kawasan disebut berada di bawah tekanan. Israel bahkan telah memperingatkan Washington bahwa stok pencegat rudal balistiknya menipis saat perang memasuki minggu ketiga.
Murphy menilai konflik kini meluas secara geografis. Ia menyebut kelompok sekutu Iran di Libanon dan Irak telah menyerang target Israel dan Amerika, sementara Tel Aviv mengancam akan melancarkan invasi darat besar-besaran ke Libanon. "Perang regional yang lebih luas sedang meletus," tulisnya.
Ia juga memperingatkan potensi keterlibatan kelompok Houthi di Yaman yang dapat mengganggu jalur pelayaran di Laut Merah, serta kemungkinan memburuknya situasi di Suriah. "Suriah bisa meledak lagi," katanya.
Murphy menyoroti ketiadaan strategi akhir dari pemerintahan Trump. Menurutnya, Washington tidak memiliki rencana jelas untuk mengakhiri perang, sementara Iran dan sekutunya mampu menciptakan ketidakstabilan dalam jangka panjang. "Trump tidak memiliki tujuan akhir. Iran dan proksinya dapat menciptakan kekacauan tanpa batas waktu," ujarnya.
Ia memperingatkan invasi darat AS ke Iran akan berujung pada konsekuensi yang sangat besar. Operasi semacam itu, katanya, akan menjadi Armageddon dengan ribuan korban jiwa di pihak Amerika.
Murphy juga menilai deklarasi kemenangan sepihak tidak akan menyelesaikan masalah. "Menyatakan kemenangan palsu? Maka para garis keras Iran yang baru berkuasa hanya akan membangun kembali apa yang telah kita hancurkan," tulisnya.
Menutup pernyataannya, Murphy mendesak pemerintah AS untuk segera mengakhiri konflik guna mencegah bencana yang lebih luas.
"Semua ini sepenuhnya dapat diprediksi. Terus terang, itulah mengapa presiden-presiden sebelumnya tidak sebodoh itu untuk memulai perang seperti ini," tegasnya.
"Trump telah kehilangan kendali atas perang. Langkah terbaiknya sekarang adalah mengurangi kerugian dan mengakhirinya. Itulah satu-satunya cara untuk mencegah bencana yang lebih besar," pungkasnya. (Z-2)
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Mantan Direktur FBI James Comey menghadapi dakwaan pidana atas dugaan ancaman terhadap Presiden Donald Trump lewat unggahan media sosial.
FCC memerintahkan peninjauan ulang lisensi siaran TV Disney menyusul desakan Presiden Donald Trump untuk memecat Jimmy Kimmel pasca insiden percobaan pembunuhan.
Gedung Putih mengunggah foto Raja Charles III dan Donald Trump dengan takarir "Dua Raja".
Raja Charles III dan Donald Trump melakukan pertukaran kado simbolis dalam kunjungan kenegaraan ke AS. Dari desain Resolute Desk hingga surat bersejarah John Adams.
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan tetap melanjutkan kunjungannya ke Pakistan pada Minggu (26/4).
PROSPEK tercapainya terobosan diplomatik dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kian memudar.
Pentagon mengumumkan pengunduran diri Sekretaris Angkatan Laut AS John Phelan secara mendadak. Langkah ini memperpanjang daftar "pembersihan" pejabat militer era Trump.
MENTERI Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyerukan agar Amerika Serikat dan Iran mempertimbangkan perpanjangan masa gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/4).
Paus Leo mengklarifikasi pidatonya tentang biaya perang yang dianggap menyindir Donald Trump. Simak penjelasannya saat melakukan kunjungan ke Afrika.
PRESIDEN Donald Trump menyatakan bahwa proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih terus berlangsung dan menunjukkan kemajuan positif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved