Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGKATAN Bersenjata Iran kembali menegaskan bahwa mereka mengendalikan Selat Hormuz yang strategis dan tidak akan mengizinkan Amerika Serikat maupun negara-negara yang terlibat dalam serangan baru-baru ini terhadap Iran untuk melintasi jalur perairan vital tersebut.
“Tanpa keraguan atau kelalaian apa pun, Selat Hormuz berada di bawah pengelolaan bijaksana pasukan angkatan laut pemberani Garda Revolusi. Agresor Amerika dan sekutu mereka tidak berhak untuk melintas di sini,” kata Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Central Headquarters, unit yang bertanggung jawab mengawasi operasi militer, Kamis.
Iran sebelumnya juga mengumumkan telah menutup Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang berasal dari negara yang terkait dengan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran.
Jalur laut tersebut merupakan salah satu rute maritim paling penting di dunia bagi pengiriman energi global.
Secara terpisah, UK Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan bahwa sebuah kapal kontainer terkena “objek tak dikenal” sekitar 65 kilometer di utara Jebel Ali Port di Uni Emirat Arab, yang menyebabkan kebakaran kecil di atas kapal.
Dalam pernyataannya, organisasi pemantauan keamanan maritim tersebut mengatakan kapten kapal melaporkan bahwa kapal kontainer tersebut terkena objek yang belum teridentifikasi dan memicu kebakaran kecil di atas kapal. Tingkat kerusakan secara keseluruhan belum dapat dipastikan karena kondisi gelap.
Organisasi itu menambahkan bahwa seluruh awak kapal dilaporkan selamat dan sejauh ini tidak ada dampak lingkungan yang terdeteksi.
Menurut pernyataan tersebut, pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan terkait insiden itu serta mengimbau kapal-kapal di wilayah tersebut untuk berlayar dengan hati-hati dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada UKMTO.
Perkembangan itu terjadi ketika Iran terus melancarkan serangan balasan di tengah serangan bersama yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel. (Ant/P-3)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Ketahanan Perbankan RI Tetap Kuat Hadapi Risiko Dampak Perang Timur Tengah
KEMENTERIAN Luar Negeri Iran pada Selasa (21/4) mengecam keras penyitaan kapal kargo berbendera Iran oleh pasukan Amerika Serikat (AS),
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menyatakan bahwa upaya untuk mengambil kembali persediaan uranium Iran yang telah diperkaya akan menjadi proses yang tidak mudah.
Donald Trump menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran sampai tercapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik Timur Tengah.
Militer Israel konfirmasi keaslian foto tentaranya hancurkan patung Yesus di Libanon selatan. Insiden ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved