Operasi Midnight Hammer: Trump Akui Pembersihan Uranium Iran Sulit Dilakukan

Ferdian Ananda Majni
21/4/2026 14:18
Operasi Midnight Hammer: Trump Akui Pembersihan Uranium Iran Sulit Dilakukan
Poster Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.(Dok. AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menyatakan bahwa upaya untuk mengambil kembali persediaan uranium Iran yang telah diperkaya akan menjadi proses yang tidak mudah dan memakan waktu.

Dalam pernyataannya pada Senin (20/4), Trump merujuk pada operasi militer yang dilakukannya pada Juni 2025 terhadap fasilitas nuklir Iran. Ia kembali menegaskan klaimnya terkait dampak serangan tersebut. 

"Operasi Midnight Hammer adalah penghancuran total situs-situs Debu Nuklir di Iran," ujarnya dilansir Anadolu, Selasa (21/4).

Trump sebelumnya juga menyebut bahwa serangan tersebut telah menghancurkan program nuklir Iran dan menggambarkan sisa persediaan uranium sebagai debu. Namun, ia mengakui bahwa penanganan material tersebut tetap akan menjadi tantangan besar.

"Oleh karena itu, penggaliannya akan menjadi proses yang panjang dan sulit," tambahnya.

Pernyataan ini disampaikan di tengah rencana pembicaraan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran yang kemungkinan akan digelar di Islamabad. Trump sebelumnya mengumumkan bahwa delegasi AS akan bertolak ke Pakistan untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran. 

Namun hingga kini, Teheran belum memberikan konfirmasi resmi terkait keikutsertaannya, dan dilaporkan masih menuntut pencabutan blokade AS di Selat Hormuz sebagai syarat utama.

Sebagai informasi, Pakistan sebelumnya telah menjadi tuan rumah pertemuan langsung pertama antara AS dan Iran pada 11-12 April.  Pertemuan tersebut merupakan kontak tingkat tinggi pertama sejak kedua negara memutus hubungan diplomatik pada 1979, namun berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya