Viral Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus di Libanon, Picu Kemarahan Global

Wisnu Arto Subari
20/4/2026 10:43
Viral Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus di Libanon, Picu Kemarahan Global
Tentara Israel.(Al Jazeera)

FOTO viral yang menunjukkan seorang tentara Israel memukul patung Yesus Kristus di Libanon selatan dengan palu godam telah memicu kemarahan.

Dalam pernyataan pada Senin (20/4), militer Israel mengonfirmasi keaslian gambar yang tersebar luas secara online yang dilihat lebih dari 5 juta kali di X.

Dikatakan bahwa setelah peninjauan awal, dipastikan bahwa foto tersebut menunjukkan seorang tentara Israel yang beroperasi di Libanon selatan, tempat Israel bulan lalu melancarkan invasi darat bersamaan dengan pengeboman udara di tengah perang gabungan mereka dengan Amerika Serikat melawan Iran.

Militer menambahkan bahwa penyelidikan telah dibuka dan tindakan yang tepat akan diambil terhadap mereka yang terlibat sesuai dengan temuan.

Mengomentari di media sosial, Ayman Odeh, seorang anggota parlemen Israel dari Palestina, menulis dengan tajam, "Kita akan menunggu untuk mendengar klaim juru bicara polisi bahwa tentara itu merasa terancam oleh Yesus."

Ahmad Tibi, anggota parlemen Palestina lain, menulis di Facebook bahwa mereka yang meledakkan masjid dan gereja di Gaza serta meludahi pendeta Kristen di Jerusalem tanpa hukuman tidak takut untuk menghancurkan patung Yesus Kristus dan memublikasikannya.

"Mungkin para rasis ini juga belajar dari Donald Trump untuk menghina Yesus Kristus dan menghina Paus Leo?" tanyanya. 

Ia merujuk pada kontroversi terbaru presiden AS tersebut, termasuk gambar dari AI yang kini dihapus terkait gambaran dirinya sebagai sosok seperti Yesus dan perseteruannya dengan kepala Gereja Katolik Roma yang mengkritik perang di Iran.

Beberapa aktivis, akademisi, dan penulis juga mengkritik penodaan patung tersebut di pinggiran desa Debl di Libanon selatan, dekat perbatasan dengan Israel. "Ketika dunia Barat tetap diam, para rasis akan bertindak lebih jauh," kata Tibi.

Pasukan Israel berulang kali menyerang situs-situs keagamaan, termasuk masjid dan gereja, selama perang genosida Israel di Gaza. Sementara itu, di Tepi Barat yang diduduki, para pemukim merusak atau menyerang 45 masjid tahun lalu, menurut Kementerian Urusan Agama Otoritas Palestina.

Secara terpisah, Pusat Data Kebebasan Beragama (RFDC) mendokumentasikan setidaknya 201 insiden kekerasan terhadap umat Kristen, terutama dilakukan Yahudi Ortodoks dengan target pendeta internasional atau individu yang menampilkan simbol-simbol Kristen, antara Januari 2024 dan September 2025.

Sebagian besar insiden itu, yang mencakup berbagai bentuk pelecehan, termasuk meludah, pelecehan verbal, vandalisme, dan penyerangan, terjadi di Kota Tua Jerusalem, yang terletak di Jerusalem Timur yang diduduki. (Al-Jazeera/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya