Israel Kekang Warga Libanon di Tengah Gencatan Senjata

Ferdian Ananda Majni
20/4/2026 18:19
Israel Kekang Warga Libanon di Tengah Gencatan Senjata
Militer Israel (IDF) memulai operasi darat terbatas di Libanon Selatan guna melumpuhkan infrastruktur Hizbullah.(AFP)

MILITER Israel pada Senin (20/4) mengeluarkan peringatan kepada warga sipil di Libanon selatan untuk menghindari pergerakan di wilayah perbatasan serta sejumlah desa tertentu, dengan alasan aktivitas militer masih berlangsung meskipun telah ada gencatan senjata sementara.

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, menyampaikan bahwa warga sipil dilarang bergerak ke selatan dari garis yang mencakup sejumlah desa dan area sekitarnya. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di platform media sosial X.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak mendekati sejumlah wilayah strategis, termasuk Sungai Litani, Lembah Salhani, dan kawasan Slouqi, yang dinilai masih berisiko tinggi akibat aktivitas militer.

Selain itu, Adraee mendesak masyarakat untuk tidak kembali ke puluhan desa di dekat perbatasan. Beberapa di antaranya adalah Naqoura, Maroun al-Ras, Bint Jbeil, Aita al-Shaab, dan Mays al-Jabal, yang disebut masih berada dalam zona berbahaya.

Sejak 2 Maret, operasi militer Israel di Libanon telah menimbulkan dampak besar. Berdasarkan data otoritas Libanon, sekitar 2.300 orang dilaporkan tewas, lebih dari 7.500 lainnya mengalami luka-luka, dan lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi.

Sementara itu, gencatan senjata sementara selama 10 hari yang mulai berlaku pada Kamis lalu dilaporkan masih diwarnai dengan sejumlah pelanggaran di lapangan, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi lanjutan di kawasan tersebut. (Anadolu/Fer/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya