Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal kuat bahwa operasi militer terhadap Iran akan segera berakhir. Dalam wawancara terbaru dengan CBS News pada Senin (9/3) waktu setempat atau Selasa (10/3) WIB, Trump menyebut perang tersebut sebagai "ekskursi jangka pendek" yang sudah hampir tuntas.
Donald Trump menyatakan bahwa kekuatan militer Iran telah lumpuh secara signifikan setelah serangan intensif selama sepuluh hari terakhir. Ia mengklaim pasukan AS dan sekutunya telah menghancurkan sebagian besar aset strategis Teheran, termasuk infrastruktur militer utama.
"Saya pikir perang ini sudah sangat selesai, hampir tuntas. Mereka tidak punya angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak punya angkatan udara lagi," ujar Trump saat berbicara dari kediamannya di Doral, Florida.
"Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dipukul oleh Amerika Serikat 20 kali lebih keras dari yang sudah mereka terima sejauh ini."
Meski mengklaim kemenangan sudah dekat, Trump melontarkan peringatan keras terkait Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling vital di dunia yang membawa sekitar 20% pasokan minyak global. Ia menyatakan sedang mempertimbangkan untuk mengambil alih kendali fisik atas selat tersebut jika gangguan pelayaran terus berlanjut.
Ancaman ini muncul setelah Iran sempat mengancam akan menutup selat tersebut sebagai balasan atas serangan AS-Israel. Trump menegaskan bahwa AS tidak akan ragu menggunakan kekuatan "api dan amarah" jika pasokan energi dunia disandera oleh Teheran.
Pernyataan optimistis Trump mengenai akhir perang langsung memberikan sentimen positif bagi pasar energi global. Harga minyak mentah dunia yang sebelumnya sempat menyentuh angka psikologis US$100 bahkan hingga US$119 per barel, kini mengalami koreksi tajam.
| Jenis Minyak | Harga Terbaru (Per Barel) | Perubahan |
|---|---|---|
| Brent Crude | US$88,43 | -4,6% |
| WTI Crude | US$85,27 | -6,19% |
Penurunan harga ini memberikan napas lega bagi ekonomi global yang sempat terancam inflasi energi akut akibat konflik di Timur Tengah. Namun, para analis memperingatkan bahwa stabilitas pasar masih sangat bergantung pada realisasi pengambilalihan Selat Hormuz yang diwacanakan Trump.
Di Teheran, situasi tetap panas menyusul penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan balasan yang menyebut bahwa pihak merekalah yang akan menentukan akhir dari peperangan ini.
Trump mengaku tidak memiliki pesan khusus untuk Mojtaba Khamenei dan menyatakan rasa kecewanya terhadap suksesi kepemimpinan di Iran yang ia nilai hanya akan memperpanjang masalah bagi rakyat negara tersebut. (E-4)
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan tetap melanjutkan kunjungannya ke Pakistan pada Minggu (26/4).
PROSPEK tercapainya terobosan diplomatik dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kian memudar.
Pentagon mengumumkan pengunduran diri Sekretaris Angkatan Laut AS John Phelan secara mendadak. Langkah ini memperpanjang daftar "pembersihan" pejabat militer era Trump.
MENTERI Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyerukan agar Amerika Serikat dan Iran mempertimbangkan perpanjangan masa gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/4).
Paus Leo mengklarifikasi pidatonya tentang biaya perang yang dianggap menyindir Donald Trump. Simak penjelasannya saat melakukan kunjungan ke Afrika.
PRESIDEN Donald Trump menyatakan bahwa proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih terus berlangsung dan menunjukkan kemajuan positif.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved