Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, menilai peran Indonesia sebagai mediator dalam konflik Timur Tengah saat ini belum diperlukan.
"Menurut saya, sebagai mediator tidak diperlukan sekarang, karena dua alasan," ujarnya saat dihubungi Selasa (3/3).
Hikmahanto menjelaskan alasan pertama, konflik yang terjadi sejak Sabtu (28/2) hingga saat ini membuat pihak-pihak yang terlibat masih fokus melakukan serangan demi meraih kemenangan masing-masing.
"Pertama para pihak yang berkonflik sedang tinggi-tingginya saling melakukan serangan yang merasa selangkah lagi akan menang," ujarnya.
Alasan kedua, menurut Hikmahanto, mediasi efektif hanya jika konflik berkepanjangan dan kedua belah pihak ingin mengakhiri perang tanpa terlihat kalah atau menyerah.
"Peran mediator diperlukan saat perang menjadi berkepanjangan dan pihak-pihak yang berkonflik ingin menyudahi perang namun tidak mau dianggap menyerah atau kalah. Nah, di sini perlunya mediator untuk menyelamatkan muka agar tidak disebut pecundang," katanya.
Pakar ini menambahkan, Indonesia sebaiknya mengambil langkah tegas terhadap negara yang memulai perang dan mendorong pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk meredam serangan negara-negara Teluk terhadap Iran.
"Sebaiknya pemerintah mengambil sikap tegas terhadap negara yg memulai perang. Kemudian segera mengadakan pertemuan OKI dengan tujuan meredam negara-negara teluk untuk tidak menyerang Iran," tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menuju Iran dan memfasilitasi dialog demi terciptanya kondisi keamanan yang kondusif.
Dalam siaran resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang dikutip di Jakarta, Sabtu (28/2), pemerintah Indonesia menyesalkan gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.
Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi. Pemerintah juga menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perselisihan secara damai.
"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," demikian pernyataan Kemlu.
Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk tetap berperan aktif menjaga stabilitas global, sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dijalankan. (Ant/E-4)
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan tetap melanjutkan kunjungannya ke Pakistan pada Minggu (26/4).
PROSPEK tercapainya terobosan diplomatik dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kian memudar.
Pentagon mengumumkan pengunduran diri Sekretaris Angkatan Laut AS John Phelan secara mendadak. Langkah ini memperpanjang daftar "pembersihan" pejabat militer era Trump.
MENTERI Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyerukan agar Amerika Serikat dan Iran mempertimbangkan perpanjangan masa gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/4).
Paus Leo mengklarifikasi pidatonya tentang biaya perang yang dianggap menyindir Donald Trump. Simak penjelasannya saat melakukan kunjungan ke Afrika.
PRESIDEN Donald Trump menyatakan bahwa proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih terus berlangsung dan menunjukkan kemajuan positif.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved