Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Joe Biden mendesak DPR untuk mengikuti arahan Senat dan memberikan bantuan perang senilai US$60 Miliar atau setara Rp937 triliun untuk Ukraina.
Namun, Partai Republik sayap kanan yang setia kepada Donald Trump mengindikasikan bahwa mereka akan memblokir RUU tersebut.
Beberapa jam setelah Senat akhirnya menyetujui pendanaan keamanan untuk Ukraina yang demokratis dan pro-Barat – serta untuk prioritas strategis utama AS yaitu Israel dan Taiwan – Biden menantang Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau parlemen untuk menyetujui RUU itu dengan segera.
Baca juga : Lagi, Biden Minta Dana Perang US$106 Miliar untuk Ukraina dan Israel
Biden beralasan, pasukan Ukraina telah kehabisan amunisi saat mereka memasuki tahun ketiga perlawanan terhadap invasi Rusia.
"Kepemimpinan Amerika dan aliansi kita berada dalam bahaya. Jika kita tidak melawan para tiran yang berusaha menaklukkan atau membagi wilayah tetangga mereka, konsekuensinya terhadap keamanan nasional Amerika akan sangat besar. Sekutu dan musuh kita akan memperhatikannya,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Namun, Ketua DPR dari sayap kanan Mike Johnson telah mengindikasikan bahwa dia akan mengindahkan seruan calon presiden dari Partai Republik, Trump, dan bahkan tidak mengizinkan rancangan undang-undang Senat untuk dilakukan pemungutan suara di majelis rendah.
Baca juga : Senat AS Menolak Bantuan untuk Ukraina dan Israel Terkait Sengketa Imigrasi
Paket senilai US$95 miliar tersebut mencakup pendanaan untuk militer Israel dan Taiwan. Sedangkan bagian terbesarnya sebanyak US$60 miliar akan membantu Ukraina mengisi kembali pasokan amunisi, senjata, dan kebutuhan penting lainnya yang telah habis.
Kesepakatan ini disahkan dengan mudah di Senat ketika cukup banyak anggota Partai Republik yang menentang manuver Trump di belakang layar untuk bergabung dengan Partai Demokrat dalam mempertahankan apa yang menjadi salah satu prioritas Biden sebagai presiden, memimpin respons Barat terhadap invasi Rusia.
Senator Chuck Schumer, pemimpin Senat di mana Partai Demokrat memiliki mayoritas tipis, mengatakan tanggung jawab tersebut kini berada di tangan Ketua Johnson.
Baca juga : Biden Kecam Komentar Trump Terkait NATO sebagai "Mengerikan dan Berbahaya"
“Sejarah melihat Amerika Serikat dan melihat apakah kita akan mempertahankan nilai-nilai kita, melawan para penindas seperti (Presiden Rusia Vladimir) Putin,” katanya.
Schumer mengatakan mayoritas besar di DPR,” dimana Partai Republik memiliki margin kontrol yang sempit, akan mendukung RUU tersebut jika dilakukan pemungutan suara.
Sayangnya, terlalu banyak anggota Partai Republik yang menyerah pada pemerintahan Donald Trump, katanya.
Baca juga : Mengejutkan, Senat AS Memulai Pekerjaan Bantuan Ukraina Meski Dihadang Oposisi
Pemungutan suara di Senat dan pertikaian di DPR yang kini akan terjadi adalah tahap terbaru dari jalan yang berliku-liku dalam rancangan undang-undang keamanan, yang sebagian besar disebabkan oleh manuver yang dipimpin Trump untuk memastikan itu tidak lolos.
Sebelumnya, Partai Republik bersikeras bahwa mereka hanya akan melanjutkan bantuan ke Ukraina jika ada upaya besar untuk memperketat kontrol imigrasi di perbatasan AS-Meksiko.
Partai Demokrat menyetujui persyaratan tersebut, dan bekerja sama dengan Partai Republik dalam rancangan undang-undang yang memberlakukan langkah-langkah baru yang paling keras dalam beberapa dekade untuk menghentikan imigrasi ilegal – bersama dengan pendanaan untuk Ukraina, Israel dan Taiwan.
Baca juga : Biden Ancam Veto RUU Bantuan untuk Israel. Kenapa?
Namun, setelah sayap Trump yang semakin berkuasa keberatan, dengan Johnson menyatakan paket tersebut akan mati di DPR, senator Partai Republik mundur, meninggalkan Kongres dalam kekacauan.
Dalam pernyataan terbarunya, Johnson menyatakan pada Senin (12/2) malam, bahwa meskipun Partai Republik di Senat mendukung rancangan undang-undang Ukraina yang baru, ia akan sekali lagi menuntut tindakan pengendalian perbatasan sebelum setuju untuk mempertimbangkan dukungan tersebut.
“Kita harus memperbaiki negara kita sebelum memberikan lebih banyak sumber daya ke Ukraina,” kata Senator J.D. Vance, pendukung kuat Trump dan salah satu anggota Partai Republik yang menentang pengesahan Ukraina.
Baca juga : Donald Trump Tekan Republik untuk Menolak Kesepakatan Bantuan Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengucapkan terima kasih atas pemungutan suara di Senat.
Melalui media sosial, ia mengucapkan terima kasih kepada setiap Senator AS yang telah mendukung bantuan berkelanjutan kepada Ukraina saat kita memperjuangkan kebebasan, demokrasi, dan nilai-nilai yang kita semua junjung tinggi. (AFP/Z-4)
Baca juga : Berharap Uang, AS Kadoi Ukrainia Sanksi Kepada Rusia
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Mantan Direktur FBI James Comey menghadapi dakwaan pidana atas dugaan ancaman terhadap Presiden Donald Trump lewat unggahan media sosial.
FCC memerintahkan peninjauan ulang lisensi siaran TV Disney menyusul desakan Presiden Donald Trump untuk memecat Jimmy Kimmel pasca insiden percobaan pembunuhan.
Gedung Putih mengunggah foto Raja Charles III dan Donald Trump dengan takarir "Dua Raja".
Raja Charles III dan Donald Trump melakukan pertukaran kado simbolis dalam kunjungan kenegaraan ke AS. Dari desain Resolute Desk hingga surat bersejarah John Adams.
Raja Charles III sampaikan pidato krusial di depan Kongres AS. Tekankan pentingnya aliansi NATO, krisis iklim, hingga dukungan untuk Ukraina di tengah tensi politik.
Kim Jong Un memuji aksi bunuh diri tentara Korea Utara di medan perang Rusia-Ukraina demi hindari penangkapan. Simak detail kerja sama militer Pyongyang-Moskow.
Ukraina memperingati 40 tahun bencana Chernobyl di tengah konflik dengan Rusia. Risiko nuklir kembali jadi sorotan global.
Berdasarkan informasi yang diterima dari BNN mengenai adanya aktivitas mencurigakan terkait penggunaan narkotika oleh WNA di sebuah penginapan, Tim Patroli Kantor Imigrasi Ngurah Rai
Seorang pria bersenjata melakukan penembakan brutal di Distrik Holosiivskyi, Kyiv. Enam orang tewas dan belasan lainnya luka-luka dalam insiden langka ini.
IRGC hantam gudang sistem anti-drone Ukraina di Dubai. 21 personel Ukraina dikhawatirkan tewas dalam operasi yang menyasar aset militer pendukung AS di wilayah UEA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved