6 Tewas Termasuk Sandera dalam Tragedi Penembakan di Kyiv, Pelaku Asal Moskow

Thalatie K Yani
19/4/2026 06:16
6 Tewas Termasuk Sandera dalam Tragedi Penembakan di Kyiv, Pelaku Asal Moskow
Seorang pria bersenjata melakukan penembakan brutal di Distrik Holosiivskyi, Kyiv. Enam orang tewas dan belasan lainnya luka-luka dalam insiden langka ini.(AFP)

AKSI penembakan brutal yang dilakukan oleh seorang pria bersenjata mengguncang Distrik Holosiivskyi, Kyiv selatan, pada Sabtu waktu setempat. Insiden berdarah ini menyebabkan sedikitnya enam orang tewas dan belasan lainnya mengalami luka-luka.

Menteri Dalam Negeri Ukraina, Ihor Klymenko, mengungkapkan pelaku yang merupakan warga lokal tersebut melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah pejalan kaki di jalanan sebelum akhirnya melarikan diri ke sebuah supermarket terdekat dan menyandera sejumlah orang di sana.

Kronologi Kejadian dan Upaya Negosiasi

Pelaku dilaporkan sempat membakar apartemen pribadinya sebelum memulai aksi penembakan. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, merinci empat orang tewas di tempat saat berada di jalanan, sementara seorang wanita berusia sekitar 30 tahun mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit. Satu korban tewas lainnya adalah sandera yang dibunuh pelaku di dalam supermarket.

Selama drama penyanderaan, tim negosiator kepolisian sempat berkomunikasi dengan pelaku selama kurang lebih 40 menit. Namun, Ihor Klymenko menyebut tindakan pria tersebut sangat kacau dan tidak dapat diprediksi.

"Kami mencoba membujuknya, menyadari ada orang yang terluka di sana. Kami menawarkan untuk membawakan tourniquet guna menghentikan pendarahan dan sebagainya. Namun, dia tidak merespons, sehingga perintah diberikan untuk melumpuhkannya, terutama setelah dia membunuh salah satu sandera," jelas Klymenko.

Setelah baku tembak yang menewaskan pelaku, polisi berhasil membebaskan empat sandera lainnya yang masih terjebak di dalam supermarket.

Identitas Pelaku dan Penyelidikan

Jaksa Agung Ukraina, Ruslan Kravchenko, mengidentifikasi pelaku sebagai pria berusia 58 tahun yang berasal dari Moskow, Rusia. Pelaku diketahui menggunakan senjata otomatis yang terdaftar secara resmi untuk melancarkan aksinya.

Presiden Zelensky menambahkan bahwa pria tersebut sudah "cukup lama" tinggal di wilayah Donetsk, Ukraina Timur, wilayah yang sebagian besar diduduki Rusia dan telah menjadi pusat konflik separatis jauh sebelum invasi skala penuh dimulai.

Hingga saat ini, motif di balik aksi brutal tersebut masih belum jelas. Pihak berwenang kini tengah menyelidiki keadaan di balik penerbitan izin senjata pelaku serta rincian peristiwa penembakan tersebut.

Meski kota Kyiv sering menjadi sasaran serangan udara selama perang yang sedang berlangsung dengan Rusia, insiden penembakan massal seperti ini tergolong sangat langka terjadi di ibu kota Ukraina tersebut. Sebanyak 14 orang dilaporkan terluka dalam kejadian ini, termasuk seorang anak laki-laki berusia 12 tahun. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya