Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengakui eskalasi konflik di Iran telah mengalihkan perhatian internasional dari agresi Rusia di negaranya. Dalam wawancara eksklusif bersama Christiane Amanpour dari CNN, Zelensky menegaskan menunda upaya perdamaian di Ukraina hingga konflik Iran usai adalah sebuah "risiko besar."
Zelensky mengungkapkan meskipun pembicaraan teknis dengan Amerika Serikat masih berjalan, ia merasa ruang untuk pertemuan tingkat tinggi menjadi terbatas.
"Saya tidak melihat adanya peluang untuk bertemu… sampai pertanyaan, atau kasus Iran ini ditutup," ujar Zelensky dari kantor kepresidenan di Kyiv, Rabu waktu setempat.
Salah satu poin krusial yang disoroti Zelensky adalah tumpang tindihnya tim negosiator Amerika Serikat. Tim yang dipimpin oleh utusan AS Steve Witkoff dan menantu Donald Trump, Jared Kushner, saat ini memimpin pembicaraan untuk dua front sekaligus: Iran dan Ukraina.
Zelensky memahami fokus AS saat ini sedang tersedot ke Iran, namun ia mengingatkan bahwa pertempuran di Ukraina terus berkecamuk tanpa henti. Baginya, menangani masalah Ukraina tidak bisa menunggu momentum lain.
"Kita tidak bisa mengatakan bahwa 'kita akan membicarakan (Ukraina) sedikit nanti'. Ukraina bukan masalah 'nanti'. Ukraina sudah berada dalam tragedi yang begitu besar, kita harus menemukan cara untuk mengelola ini secara paralel," tegasnya.
Pengalihan fokus ini tidak hanya berdampak pada meja diplomasi, tetapi juga pada pasokan militer di lapangan. Zelensky menyebutkan bahwa pengiriman beberapa senjata kunci, terutama rudal anti-ballistic, mulai terganggu. Hal ini diperparah oleh keterbatasan kapasitas produksi di Amerika Serikat yang kini harus membagi suplai.
Selain masalah rudal, kendala finansial juga memukul industri pertahanan domestik Ukraina. Zelensky mencontohkan produksi drone interceptor yang tidak maksimal. Saat ini, Ukraina memproduksi sekitar 1.000 unit per hari, padahal mereka memiliki kapasitas untuk memproduksi 2.000 unit.
"Namun kami tidak memiliki pendanaan. Ini benar-benar masalah hidup dan kelangsungan hidup kami. Untuk pertahanan, kami sangat membutuhkan uang ini," kata Zelensky.
Di tengah kekhawatiran tersebut, secercah harapan muncul setelah Uni Eropa akhirnya menyetujui pinjaman penting sebesar 90 miliar Euro untuk Ukraina. Dana ini sebelumnya tertahan selama berbulan-bulan akibat veto dari Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orbán.
Kekalahan telak Orbán dalam pemilu parlemen pekan lalu menjadi titik balik. Seiring dengan dilanjutkannya transit minyak Rusia melalui pipa Druzhba di wilayah Ukraina, duta besar Uni Eropa memberikan lampu hijau bagi pencairan dana tersebut. Bagi Zelensky, bantuan finansial ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan napas buatan bagi eksistensi negaranya di tengah gempuran Rusia. (CNN/Z-2)
Tanker minyak Rusia Altura yang membawa 140.000 ton minyak diserang drone di Laut Hitam. Insiden terjadi di tengah pengetatan sanksi Eropa terhadap armada bayangan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak Donald Trump dan PM Inggris Keir Starmer untuk segera bertemu di tengah ketegangan diplomatik terkait konflik Iran.
Kanselir Jerman Friedrich Merz dan pemimpin NATO desak Donald Trump batalkan penangguhan sanksi minyak Rusia demi menjaga tekanan internasional terhadap Kremlin.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Rusia dengan menargetkan pelabuhan di negara ketiga, termasuk Pelabuhan Karimun di Indonesia, dalam paket sanksi ke-20.
INDUSTRI kargo udara global menghadapi tekanan seiring dengan eskalasi konflik geopolitik dan disrupsi pada rantai pasok komoditas energi global yang terus berlanjut ejak awal tahun 2026 ini.
Sejumlah klaim Donald Trump soal Iran dan kebijakan luar negeri dinilai tidak akurat, tidak terbukti, hingga tak bisa diverifikasi dalam laporan cek fakta terbaru.
Presiden Donald Trump mengancam akan mengurangi pendanaan AS untuk NATO setelah negara-negara Eropa menolak membantu operasi militer di Iran.
Presiden Trump kirim sinyal baur: klaim misi militer di Iran hampir usai namun tambah 2.500 pasukan. Ketidakpastian ini picu gejolak harga minyak dan pasar saham.
Pasukan elite dari Divisi Lintas Udara ke-82 AS bersiap dikirim ke Timur Tengah di tengah upaya negosiasi dengan Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved