Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman serius untuk memangkas pengeluaran militer bagi perlindungan negara-negara anggota NATO. Langkah ini diambil setelah sejumlah negara Eropa menolak tuntutannya untuk membantu operasi militer AS terhadap Iran.
Dalam pernyataannya pada Jumat waktu setempat, Trump menyatakan kekecewaannya terhadap sikap aliansi tersebut yang dianggap tidak hadir saat dibutuhkan.
“Saya pikir sebuah kesalahan besar terjadi ketika NATO tidak ada di sana,” ujar Trump.
Ia menambahkan bahwa pengurangan anggaran ini akan menghemat dana yang sangat besar bagi Amerika Serikat. “Ini akan menghasilkan banyak uang bagi Amerika Serikat karena kita menghabiskan ratusan miliar dolar setahun untuk NATO, untuk melindungi mereka. Kami akan selalu ada untuk mereka, tetapi sekarang, berdasarkan tindakan mereka, saya rasa kami tidak harus melakukannya lagi, bukan?” tegasnya.
Ketegangan ini bermula ketika Presiden Trump meminta negara-negara sekutu untuk mengerahkan kapal perang mereka guna membantu membuka kembali Selat Hormuz yang terblokade. Trump membingkai tuntutan tersebut sebagai "uji loyalitas" bagi negara-negara yang selama ini mengandalkan perlindungan keamanan dari AS.
Menurut Trump, mengirimkan kapal angkatan laut seharusnya menjadi "upaya yang sangat kecil" bagi para sekutu. "Kenapa kita harus ada untuk mereka jika mereka tidak ada untuk kita?" tambahnya.
Di tengah perdebatan anggaran dengan sekutu, kekuatan militer AS di Timur Tengah justru dilaporkan akan semakin diperkuat. Kapal induk USS George H.W. Bush diperkirakan akan segera dikerahkan ke wilayah tanggung jawab Komando Sentral AS (US Central Command), yang mencakup kawasan konflik dengan Iran.
Meski demikian, belum ada kejelasan apakah kapal induk ini akan bergabung atau menggantikan dua kapal induk AS lainnya yang sudah lebih dulu beroperasi di wilayah tersebut selama beberapa minggu terakhir.
Laporan internal menyebutkan bahwa Presiden Trump tengah mempertimbangkan berbagai opsi militer yang berpotensi meningkatkan skala konflik. Namun, di saat yang bersamaan, ia terus menegaskan bahwa dirinya tetap mengupayakan pembicaraan diplomatik dengan pihak Teheran. Hingga saat ini, status dan perkembangan nyata dari jalur diplomasi tersebut masih belum menemui titik terang.
Sikap kontradiktif antara penyiapan kekuatan militer besar-besaran dan klaim jalur diplomasi ini menjadi sorotan tajam, terutama di saat hubungan AS dengan mitra tradisionalnya di NATO tengah berada di titik terendah. (CNN/Z-2)
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Raja Charles III sampaikan pidato krusial di depan Kongres AS. Tekankan pentingnya aliansi NATO, krisis iklim, hingga dukungan untuk Ukraina di tengah tensi politik.
AS menangguhkan pengiriman senjata HIMARS dan Javelin ke Estonia akibat konflik dengan Iran. Simak dampak geopolitik bagi NATO dan Finlandia di sini.
Presiden AS Donald Trump menyebut negara Timur Tengah seperti UEA sebagai sekutu yang lebih baik dibanding NATO. Ia mempertimbangkan tarik AS dari NATO.
Setelah pertemuan tersebut, Rutte kemudian menyampaikan kepada para mitra di Eropa bahwa Washington menuntut "komitmen konkret" dalam beberapa hari ke depan.
Medvedev menyebut pernyataan Trump itu hanya sekadar “gertakan”.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan risiko besar jika bantuan senjata dan atensi diplomatik AS beralih sepenuhnya ke konflik Iran.
INDUSTRI kargo udara global menghadapi tekanan seiring dengan eskalasi konflik geopolitik dan disrupsi pada rantai pasok komoditas energi global yang terus berlanjut ejak awal tahun 2026 ini.
Sejumlah klaim Donald Trump soal Iran dan kebijakan luar negeri dinilai tidak akurat, tidak terbukti, hingga tak bisa diverifikasi dalam laporan cek fakta terbaru.
Presiden Trump kirim sinyal baur: klaim misi militer di Iran hampir usai namun tambah 2.500 pasukan. Ketidakpastian ini picu gejolak harga minyak dan pasar saham.
Pasukan elite dari Divisi Lintas Udara ke-82 AS bersiap dikirim ke Timur Tengah di tengah upaya negosiasi dengan Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved