Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dengan membandingkannya secara langsung dengan negara-negara di Timur Tengah. Trump menyebut bahwa sekutu Amerika di Timur Tengah jauh lebih kooperatif dan dapat diandalkan dibandingkan negara-negara anggota NATO.
"(Negara-negara Timur Tengah) adalah sekutu yang jauh lebih baik daripada NATO," tegas Trump dalam wawancara dengan CNBC pada Selasa (21/4) waktu setempat.
Dalam pernyataannya, Trump secara khusus memberikan pujian kepada Emirat Arab yang ia labeli sebagai sekutu yang baik. Ia bahkan menyatakan komitmen kuat AS untuk mendukung negara tersebut jika menghadapi ancaman keamanan di masa depan.
"Jika UEA punya masalah, meski saya sulit membayangkannya, tetapi jika mereka memiliki masalah, kami akan ada untuk mereka," tambah Trump.
Laporan dari The Wall Street Journal menyebutkan bahwa perwakilan Emirat menjajaki kemungkinan dukungan finansial dari Washington. Langkah ini dipersiapkan sebagai antisipasi seandainya eskalasi konflik di Timur Tengah memperburuk stabilitas ekonomi atau krisis di negara tersebut.
Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, mengonfirmasi pada Senin bahwa AS siap memberikan bantuan finansial jika diperlukan. Namun, ia memperkirakan bahwa langkah darurat semacam itu kemungkinan besar tidak akan diperlukan mengingat stabilitas UEA saat ini.
Pernyataan hangat Trump terhadap Timur Tengah berbanding terbalik dengan sikapnya terhadap mitra tradisional di Eropa. Pada 1 April lalu, Trump mengungkapkan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan dengan sangat serius untuk menarik Amerika Serikat keluar dari keanggotaan NATO.
Kekesalan Trump dipicu oleh penolakan negara-negara anggota NATO untuk bergabung dalam koalisi perang AS-Israel melawan Iran. Ia menyatakan tidak lagi memandang Eropa sebagai mitra pertahanan yang dapat diandalkan setelah permintaannya untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz ditolak oleh negara-negara Eropa.
Sikap keras Trump ini memicu kekhawatiran global mengenai masa depan arsitektur keamanan transatlantik yang telah bertahan sejak berakhirnya Perang Dunia II. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-2)
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Raja Charles III sampaikan pidato krusial di depan Kongres AS. Tekankan pentingnya aliansi NATO, krisis iklim, hingga dukungan untuk Ukraina di tengah tensi politik.
AS menangguhkan pengiriman senjata HIMARS dan Javelin ke Estonia akibat konflik dengan Iran. Simak dampak geopolitik bagi NATO dan Finlandia di sini.
Setelah pertemuan tersebut, Rutte kemudian menyampaikan kepada para mitra di Eropa bahwa Washington menuntut "komitmen konkret" dalam beberapa hari ke depan.
Medvedev menyebut pernyataan Trump itu hanya sekadar “gertakan”.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat Arab untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Pejabat UEA Anwar Gargash menegaskan perlunya arsitektur keamanan regional yang luas dan stabilitas Selat Hormuz di luar sekadar gencatan senjata dengan Iran.
IRGC hantam gudang sistem anti-drone Ukraina di Dubai. 21 personel Ukraina dikhawatirkan tewas dalam operasi yang menyasar aset militer pendukung AS di wilayah UEA.
Komandan Polisi Dubai Dhahi Khalfan desak negara Teluk perkuat hubungan dengan Israel dan Barat, serta kritik negara Arab lain di tengah perang regional melawan Iran.
Iran ancam serang lokasi peluncuran rudal AS di kota-kota Uni Emirat Arab. Warga diminta menjauhi pelabuhan dan area militer AS guna menghindari dampak retaliasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved