Trump Puji Sekutu Timur Tengah Lebih Baik daripada NATO, Ancam Keluar Aliansi

Media Indonesia
22/4/2026 08:52
Trump Puji Sekutu Timur Tengah Lebih Baik daripada NATO, Ancam Keluar Aliansi
Donald Trump.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dengan membandingkannya secara langsung dengan negara-negara di Timur Tengah. Trump menyebut bahwa sekutu Amerika di Timur Tengah jauh lebih kooperatif dan dapat diandalkan dibandingkan negara-negara anggota NATO.

"(Negara-negara Timur Tengah) adalah sekutu yang jauh lebih baik daripada NATO," tegas Trump dalam wawancara dengan CNBC pada Selasa (21/4) waktu setempat.

Dalam pernyataannya, Trump secara khusus memberikan pujian kepada Emirat Arab yang ia labeli sebagai sekutu yang baik. Ia bahkan menyatakan komitmen kuat AS untuk mendukung negara tersebut jika menghadapi ancaman keamanan di masa depan.

"Jika UEA punya masalah, meski saya sulit membayangkannya, tetapi jika mereka memiliki masalah, kami akan ada untuk mereka," tambah Trump.

Wacana Bantuan Finansial untuk UEA

Laporan dari The Wall Street Journal menyebutkan bahwa perwakilan Emirat menjajaki kemungkinan dukungan finansial dari Washington. Langkah ini dipersiapkan sebagai antisipasi seandainya eskalasi konflik di Timur Tengah memperburuk stabilitas ekonomi atau krisis di negara tersebut.

Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, mengonfirmasi pada Senin bahwa AS siap memberikan bantuan finansial jika diperlukan. Namun, ia memperkirakan bahwa langkah darurat semacam itu kemungkinan besar tidak akan diperlukan mengingat stabilitas UEA saat ini.

Ancaman Keluar dari NATO

Pernyataan hangat Trump terhadap Timur Tengah berbanding terbalik dengan sikapnya terhadap mitra tradisional di Eropa. Pada 1 April lalu, Trump mengungkapkan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan dengan sangat serius untuk menarik Amerika Serikat keluar dari keanggotaan NATO.

Kekesalan Trump dipicu oleh penolakan negara-negara anggota NATO untuk bergabung dalam koalisi perang AS-Israel melawan Iran. Ia menyatakan tidak lagi memandang Eropa sebagai mitra pertahanan yang dapat diandalkan setelah permintaannya untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz ditolak oleh negara-negara Eropa.

Konteks Geopolitik: Ketegangan antara AS dan NATO mencerminkan pergeseran prioritas kebijakan luar negeri Washington di bawah kepemimpinan Trump, yang lebih menekankan pada kemitraan transaksional dan dukungan militer langsung di kawasan Teluk.

Sikap keras Trump ini memicu kekhawatiran global mengenai masa depan arsitektur keamanan transatlantik yang telah bertahan sejak berakhirnya Perang Dunia II. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya