Trump Desak Eropa Gabung AS untuk Mengeroyok Iran di Selat Hormuz

Cahya Mulyana
09/4/2026 22:46
Trump Desak Eropa Gabung AS untuk Mengeroyok Iran di Selat Hormuz
Presiden AS Donald Trump.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump telah memberi ultimatum kepada sekutunya di Eropa untuk berkontribusi dalam mengamankan Selat Hormuz dengan mengerahkan kapal perang atau aset militer lainnya, menurut Der Spiegel pada Kamis (9/4).

Tuntutan tersebut disampaikan dalam pertemuan tertutup antara Trump dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih, menurut laporan tersebut, mengutip diplomat Eropa yang tak disebutkan namanya.

Setelah pertemuan tersebut, Rutte kemudian menyampaikan kepada para mitra di Eropa bahwa Washington menuntut "komitmen konkret" dalam beberapa hari ke depan.

Para diplomat menyebut permintaan tersebut sebagai sebuah "ultimatum" karena pemerintahan Trump sudah secara gamblang menunjukkan tak akan lagi menerima sekadar "janji politik" dari sekutunya di Eropa.

Tetapi, masih belum jelas apakah AS mendorong adanya sebuah misi NATO secara formal atau hanya pengerahan nasional yang terkoordinasi.

Para sekutu utama di Eropa, termasuk Jerman, sejauh ini enggan mengerahkan armada lautnya untuk mengamankan pelayaran di Selat Hormuz, mengingat AS dan Israel sama sekali tak meminta pendapat mereka sebelum melancarkan serangan ke Iran.

Kanselir Jerman Friedrich Merz sebelumnya mengritik AS dan Israel karena tak memiliki strategi yang jelas untuk mengakhiri perang. Ia berkata Jerman dapat membantu mengamankan navigasi di Selat Hormuz hanya setelah gencatan senjata, dengan mandat internasional, dan disetujui parlemen Jerman.

Adapun dalam sebuah kiriman di platform Truth Social setelah bertemu Sekjen NATO Mark Rutte pada Rabu (8/4), Trump terus mengritik sekutunya di Eropa serta langkah mereka di tengah perang melawan Iran.

"NATO tidak hadir saat kami membutuhkan mereka, dan mereka pasti tak akan hadir saat kami membutuhkan mereka lagi nanti," kata dia.

Sementara Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan bahwa Trump meyakini NATO "telah diuji, dan gagal" saat perang dengan Iran.

"Cukup menyedihkan karena NATO berpaling dari rakyat Amerika dalam enam pekan terakhir ini ketika rakyat Amerikalah yang mendanai pertahanan mereka," kata Leavitt. (Ant/P-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya