Bayang-Bayang Nuklir di Tengah Peringatan 40 Tahun Chernobyl

Ferdian Ananda Majni
27/4/2026 10:31
Bayang-Bayang Nuklir di Tengah Peringatan 40 Tahun Chernobyl
Ukraina memperingati 40 tahun bencana Chernobyl di tengah konflik dengan Rusia. Risiko nuklir kembali jadi sorotan global.(Media Sosial X)

UKRAINA memperingati 40 tahun tragedi nuklir terburuk di dunia, Bencana Chernobyl, Minggu (26/4), di tengah situasi perang yang masih berlangsung akibat invasi Rusia yang telah memasuki tahun keempat.

Upacara peringatan digelar secara khidmat di Kyiv serta di lokasi bekas pembangkit listrik Chernobyl. 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky turut hadir bersama sejumlah pejabat internasional, termasuk Presiden Moldova dan perwakilan dari badan energi atom dunia. Dalam prosesi tersebut, Zelensky tampak menyalakan lilin sebagai simbol penghormatan bagi para korban.

Dalam keterangannya kepada media, Zelensky menyoroti meningkatnya risiko keamanan nuklir di tengah konflik yang masih berlangsung. 

"Saat ini, risikonya tidak berkurang karena apa yang dilakukan Rusia terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia kami, dan secara umum terhadap energi dan tanah kami," kata Zelensky di Kyiv dilansir CNN, Senin (27/4).

Selama invasi, Ukraina menuduh Rusia kerap meluncurkan rudal dan drone yang melintasi jalur udara di dekat kawasan Chernobyl untuk menyerang kota-kota lain. Bahkan, pada serangan tahun lalu, infrastruktur pelindung penting di lokasi tersebut sempat mengalami kerusakan.

Serangan itu menyebabkan lubang pada lengkungan besar yang dipasang pada 2016 untuk melindungi sarkofagus, yakni struktur yang dibangun pada 1986 guna menutup puing-puing radioaktif dari reaktor yang hancur. 

Meski tidak terdeteksi adanya kebocoran radiasi dan kerusakan telah diperbaiki sementara, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian serius.

Menurut Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan, struktur pelindung tersebut membutuhkan dana setidaknya 500 juta euro untuk perbaikan menyeluruh guna mencegah kerusakan permanen. 

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, Rafael Grossi, juga menegaskan bahwa proses perbaikan harus segera dilakukan.

Selain ancaman di Chernobyl, pasukan Rusia juga diketahui masih menguasai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia di wilayah tenggara Ukraina, yang menambah kekhawatiran global terkait keselamatan fasilitas nuklir di zona konflik.

Sebagai catatan sejarah, bencana Chernobyl terjadi pada 26 April 1986 akibat ledakan di salah satu reaktor pembangkit listrik. 

Insiden tersebut menyebabkan paparan radiasi dalam skala luas, memaksa ratusan ribu orang mengungsi, serta mencemari area yang sangat luas hingga berdampak jangka panjang bagi lingkungan dan kesehatan manusia. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya