Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOALISI yang dipimpin Arab Saudi pada Minggu (26/12) menuduh Iran dan Hizbullah membantu pemberontak Huthi Yaman untuk meluncurkan rudal dan pesawat tak berawak ke kerajaan. Serangan itu menewaskan dua orang.
Sejak koalisi melakukan intervensi hampir tujuh tahun lalu untuk mendukung pemerintah Yaman, Arab Saudi secara teratur menuduh Iran memasok senjata kepada Huthi dan Hizbullah melatih para pemberontak. Teheran membantah tuduhan itu.
Gerakan militan Syiah Libanon yang didukung Iran, Hizbullah, sebelumnya membantah mengirim pejuang atau senjata ke Yaman. Tuduhan terbaru Saudi datang ketika koalisi mengintensifkan kampanye pengeboman udara terhadap Huthi yang didukung Iran sebagai pembalasan atas serangan mematikan terhadap kerajaan.
Juru bicara koalisi Turki al-Malki mengatakan pada konferensi pers bahwa Huthi memiliterisasi bandara Sanaa dan menggunakannya sebagai pusat utama untuk meluncurkan rudal balistik dan pesawat tak berawak ke arah kerajaan. Malki menunjukkan kepada wartawan suatu klip video yang katanya menggambarkan markas besar ahli Iran dan Hizbullah di bandara. Dia menuduh, "Hizbullah sedang melatih Huthi untuk menjebak dan menggunakan pesawat tak berawak."
Malki menunjukkan klip lain yang katanya menggambarkan seorang anggota Hizbullah menempatkan bahan peledak di pesawat tak berawak. Seorang pria yang ia identifikasi sebagai pejabat Hizbullah mengatakan kepada anggota Huthi, "Kita harus memperkuat barisan kita." Rekaman itu tidak dapat diverifikasi secara independen.
Koalisi militer Arab yang dipimpin oleh Riyadh melakukan intervensi di Yaman pada 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional. Ini dilakukan setahun setelah Huthi menyerbu ibu kota Sanaa.
Sejak itu, puluhan ribu orang tewas yang digambarkan PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Huthi berasal dari sekte minoritas Syiah Zaidi Islam dan memiliki benteng tradisional mereka di pegunungan utara Yaman.
Antara 2004 dan 2010, mereka berperang enam kali melawan pemerintah Yaman saat itu dan memerangi Arab Saudi pada 2009-2010 setelah menyerbu perbatasan. Kematian dua orang pada Jumat malam akibat serangan rudal pemberontak di kota Saudi Jazan merupakan kematian pertama di kerajaan itu dalam tiga tahun.
Pada Minggu, Malki mengatakan, "Masyarakat internasional harus menghentikan tindakan bermusuhan oleh organisasi teroris ini." Ia mengacu kepada Hizbullah. Sejak Januari 2018, Huthi telah meluncurkan 430 rudal balistik dan 850 drone ke Arab Saudi, katanya.
Minggu malam, koalisi mengumumkan telah melakukan serangan baru di dekat akademi angkatan udara di Sanaa untuk mencegah senjata dipindahkan. Minggu pagi koalisi mengatakan telah menyerang kamp pemberontak Huthi di Sanaa dan menghancurkan gudang senjata.
Pada Sabtu, koalisi meluncurkan yang disebutnya operasi militer berskala besar terhadap Huthi setelah serangan rudal pemberontak yang menghantam Jazan. Serangan koalisi menewaskan tiga warga sipil, termasuk seorang anak dan seorang wanita, kata petugas medis Yaman kepada AFP.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah mengkritik koalisi atas korban sipil dalam pengeboman udara selama bertahun-tahun. Koalisi mempertahankan operasinya dilakukan sesuai dengan hukum humaniter internasional, berulang kali mendesak Huthi agar tidak menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia.
Malki juga menuduh duta besar Iran untuk Sanaa, yang meninggal karena covid-19 pekan lalu setelah evakuasi dari Yaman, memimpin perencanaan operasi militer di Marib, benteng terakhir pemerintah Yaman di utara.
Kekuatan dunia dan sekutu Arab Teluk mengutuk serangan mematikan pemberontak di Arab Saudi. "Serangan Huthi melanggengkan konflik, memperpanjang penderitaan rakyat Yaman, dan membahayakan rakyat Saudi bersama lebih dari 70.000 warga AS yang tinggal di Arab Saudi," kata kedutaan besar Washington untuk Riyadh dalam suatu pernyataan.
Ludovic Pouille, duta besar Prancis untuk Riyadh, di Twitter menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dalam serangan barbar Huthi. Koalisi telah mengintensifkan serangan udara di Sanaa, termasuk pekan lalu pada yang disebutnya target militer di bandara. Akibatnya, penerbangan bantuan PBB terganggu.
Baca juga: Koalisi Saudi Luncurkan Operasi Besar Yaman setelah Serangan Maut
Para pemberontak sering meluncurkan rudal dan pesawat tak berawak ke Arab Saudi yang ditujukan ke bandara dan infrastruktur minyaknya. Program Pangan Dunia PBB mengatakan telah dipaksa untuk memotong bantuan ke Yaman karena kekurangan dana dan memperingatkan lonjakan kelaparan. (AFP/OL-14)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
Ketegangan di Libanon Selatan meningkat setelah prajurit UNIFIL asal Prancis kembali gugur. Macron tuding Hizbullah, sementara Presiden Aoun sampaikan duka mendalam.
Ia menegaskan bahwa prioritas Hizbullah bukan sekadar kembali ke situasi sebelumnya, tetapi memastikan penarikan pasukan Israel serta kembalinya warga Libanon ke desa-desa mereka.
Kabinet Netanyahu bergejolak setelah pengumuman gencatan senjata 10 hari di Libanon oleh Donald Trump tanpa melalui proses pemungutan suara resmi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved