Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal Hizbullah Naim Qassem kembali menegaskan penolakan terhadap negosiasi langsung antara Libanon dan Israel, sekaligus memaparkan lima syarat utama yang menurutnya harus dipenuhi untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.
Dalam pernyataan pada Senin (27/4), Qassem menyebut kelompoknya menolak tegas dialog langsung dengan Israel dan menegaskan bahwa Hizbullah akan tetap melanjutkan perlawanan defensifnya serta tidak akan menyerahkan senjata.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu di bawah mediasi Amerika Serikat (AS). Pertemuan tersebut menjadi yang pertama dalam lebih dari empat dekade.
"Dalam suasana pengorbanan dan martabat serta kekalahan musuh ini, otoritas (Libanon) terburu-buru melakukan konsesi bebas yang memalukan dan tidak perlu, yang satu-satunya pembenarannya adalah penyerahan diri," kata Qassem dilansir Anadolu, Senin (27/4).
Menurutnya, penyelesaian konflik harus dimulai dengan pemenuhan lima poin utama. "Titik masuk dan solusinya adalah mencapai lima poin sebelum hal lain," tegasnya.
Lima poin yang dimaksud meliputi penghentian serangan di darat, laut, dan udara, penarikan pasukan Israel dari wilayah yang diduduki, pembebasan tahanan, kembalinya warga ke daerah asal mereka, serta pelaksanaan rekonstruksi. Qassem juga mengkritik pemerintah Libanon yang dinilai tidak mewakili kepentingan rakyat.
"Pemerintahan ini tidak dapat terus berkuasa sementara mereka mengabaikan hak-hak Libanon, menyerahkan tanah, dan menghadapi rakyatnya yang menentang," ujarnya.
Ia turut menyerukan agar pemerintah kembali merujuk pada konsensus nasional sebagaimana tertuang dalam Kesepakatan Taif. Qassem menilai pemerintahan seharusnya mencerminkan kehendak rakyat, bukan kepentingan kelompok tertentu.
Konflik antara Israel dan Hizbullah telah menimbulkan dampak besar. Berdasarkan data resmi Libanon, lebih dari 2.500 orang tewas dan lebih dari 1,6 juta lainnya mengungsi sejak serangan Israel meningkat pada awal Maret.
Upaya meredakan ketegangan sempat dilakukan melalui gencatan senjata selama 10 hari yang diumumkan pada 17 April, meskipun pelanggaran masih kerap terjadi.
Pada Kamis (25/4), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Libanon dan Israel sepakat memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu setelah pembicaraan lanjutan di Washington.
Di tengah situasi tersebut, Hizbullah juga melancarkan sejumlah serangan menggunakan pesawat tak berawak yang menargetkan pasukan Israel di wilayah Libanon selatan dan Israel utara. Serangan tersebut diklaim sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata oleh pihak Israel. (Fer/P-3)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat Arab untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Sekjen Hizbullah Naim Qassem tetapkan 5 syarat mutlak akhiri perang dengan Israel, mulai dari penarikan pasukan hingga rekonstruksi, di tengah negosiasi Washington.
PEMIMPIN baru Hizbullah Naim Qassem mengatakan kelompok itu akan terbuka untuk gencatan senjata dengan Israel.
HIZBULLAH mengumumkan wakil sekretaris jenderal kelompok tersebut akan menjadi pimpinan barunya. Naim Qassem menggantikan pemimpin lama Hassan Nasrallah yang tewas.
GERAKAN Hizbullah Libanon mengatakan dalam suatu pernyataan pada Jumat (18/10) pagi bahwa mereka akan bertransisi ke fase baru dan meningkat dalam konfrontasi dengan Israel.
HIZBULLAH mendukung upaya ketua parlemen Libanon untuk mencapai gencatan senjata dengan Israel. Ini pertama kali kelompok itu secara terbuka mendukung negosiasi tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved