Militer Israel Investigasi Dugaan Penjarahan Luas oleh Tentara di Libanon Selatan

Thalatie K Yani
27/4/2026 06:43
Militer Israel Investigasi Dugaan Penjarahan Luas oleh Tentara di Libanon Selatan
Ilustrasi(AFP)

PASUKAN Pertahanan Israel (IDF) menyatakan akan memeriksa laporan mengenai dugaan aksi penjarahan yang dilakukan oleh personel mereka di wilayah Libanon Selatan. Langkah ini diambil setelah surat kabar Haaretz merilis laporan yang mengutip pengakuan sejumlah tentara anonim terkait maraknya aksi pencurian di rumah-rumah dan bisnis milik warga sipil Libanon.

Dalam pernyataan resminya, militer Israel menegaskan mereka tidak mentoleransi segala bentuk pelanggaran terhadap hak milik warga sipil.

"IDF memandang setiap kerusakan pada properti sipil dan tindakan penjarahan dengan sangat serius dan melarang keras hal tersebut," tulis pernyataan resmi militer Israel. "Setiap tuduhan atau kecurigaan atas perilaku seperti itu akan diperiksa secara menyeluruh dan ditangani sepenuhnya sesuai dengan hukum."

Pihak militer menambahkan jika ditemukan bukti yang cukup, langkah disiplin maupun pidana akan diambil, termasuk penuntutan. Saat ini, Korps Polisi Militer juga dilaporkan tengah melakukan inspeksi di perbatasan utara terhadap tentara yang keluar dari zona pertempuran.

Serangkaian Pelanggaran Properti Sipil

Laporan mengenai penjarahan ini muncul di tengah rentetan keluhan perilaku menyimpang tentara Israel selama operasi di Libanon. Sebelumnya, militer Israel mengonfirmasi sedang menyelidiki sebuah video yang memperlihatkan alat berat milik militer merusak panel surya dan kendaraan warga di luar desa Debel, Libanon Selatan.

"Tindakan yang terlihat dalam video tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai IDF dan perilaku yang diharapkan dari para tentaranya," ungkap IDF kepada CNN pada Sabtu pekan lalu. Pihak militer menyatakan bahwa insiden tersebut sedang ditinjau dan langkah hukum akan diambil sesuai dengan temuan investigasi.

Ketegangan di Desa Debel

Desa Debel menjadi sorotan tajam setelah serangkaian insiden terjadi di sana. Selain perusakan properti, desa ini merupakan lokasi di mana seorang tentara Israel tertangkap kamera merusak patung Yesus Kristus awal bulan ini, sebuah aksi yang memicu kemarahan internasional.

Terkait perusakan patung tersebut, IDF dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menyampaikan permohonan maaf. Dua tentara yang terlibat telah dijatuhi hukuman penjara selama 30 hari dan dicopot dari tugas tempur mereka.

Saat ini, desa Debel masih diduduki oleh pasukan Israel. Menurut keterangan warga setempat, militer membatasi hampir seluruh mobilitas penduduk untuk keluar maupun masuk ke lingkungan mereka. Investigasi internal IDF kini menjadi sorotan untuk melihat sejauh mana penegakan hukum militer dilakukan terhadap personel yang terbukti melanggar kode etik di medan perang. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya