Hizbullah Sebut Gencatan Senjata Israel Jadi Langkah Awal Menuju Pembebasan Libanon

Media Indonesia
18/4/2026 00:24
Hizbullah Sebut Gencatan Senjata Israel Jadi Langkah Awal Menuju Pembebasan Libanon
Ilustrasi(Dok AFP)

ANGGOTA parlemen Hizbullah, Hassan Fadlallah, menyatakan bahwa gencatan senjata selama 10 hari dengan Israel bukanlah tujuan akhir, melainkan tahap awal menuju apa yang ia sebut sebagai pembebasan penuh Libanon dan agenda utama gerakan tersebut, pada Jumat (17/4).

Ia menegaskan bahwa prioritas Hizbullah bukan sekadar kembali ke situasi sebelumnya, tetapi memastikan penarikan pasukan Israel serta kembalinya warga Libanon ke desa-desa mereka.

"Ini adalah langkah awal, bukan tujuan akhir. Tugas utama kami bukan kembali ke tahap sebelumnya, tetapi memastikan penarikan musuh dan kembalinya warga ke desa mereka," kata Fadlallah.

Fadlallah juga menyampaikan bahwa setiap langkah menuju kondisi tersebut patut dihargai, namun ia menolak jika gencatan senjata dijadikan alat tekanan terhadap pemerintah Libanon.

"Setiap upaya ke arah ini patut diapresiasi, tapi gencatan senjata tidak boleh dijadikan alat tawar menawar bagi tekanan musuh terhadap otoritas Libanon," ucapnya.

Menurutnya, Hizbullah mendukung kesepakatan gencatan senjata tersebut, namun tetap akan menuntut penghentian total permusuhan, penarikan penuh Israel dari wilayah Libanon, pemulangan warga ke rumah mereka, pembebasan tahanan, serta proses rekonstruksi di Libanon.

Ia menegaskan bahwa seluruh tuntutan tersebut merupakan prinsip utama yang tidak dapat ditawar.

"Ini adalah syaratnya. Ini adalah prinsipnya. Hal lain tidak terlalu berarti bagi rakyat kami," tegasnya.

Dalam pernyataannya, Fadlallah juga mengeklaim bahwa keputusan Israel menyetujui gencatan senjata bukan disebabkan oleh tekanan atau pernyataan dari Washington, melainkan karena kombinasi keberhasilan diplomatik Iran dan perlawanan militer Hizbullah di lapangan.

Ia mengungkapkan bahwa pimpinan Hizbullah menerima informasi resmi sekitar pukul 04.00 pada Kamis (16/4) dari Duta Besar Iran di Lebanon mengenai rencana dimulainya gencatan senjata pada Jumat malam. Ia juga menyebut bahwa Presiden AS Donald Trump dijadwalkan melakukan komunikasi dengan Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Libanon Joseph Aoun.

"Saudara-saudara kami di Republik Islam juga memberi tahu kami tentang keterlibatan mereka dengan Arab Saudi dan Pakistan, ini merupakan faktor yang berkontribusi, mendukung, dan memfasilitasi tercapainya gencatan senjata sebagai langkah awal."

Sementara itu, pada Kamis (16/4) malam, Israel dan Hizbullah sama-sama mengonfirmasi kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari yang mulai berlaku pada 17 April. (Ant/)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya